EVALUASI KESIAPAN E-COMMERCE WEBSITES

EVALUASI KESIAPAN E-COMMERCE WEBSITES

Diterjemahkan dari: Paul A. Walcot. 2007. Evaluating the Readiness of e-Commerce Websites. International Journal of Computers. Volume 1: 263-268

Abstrak –Banyak negara berkembang sedang merumuskan strategi-strategi untuk memanfaatkan kesempatan yang ditawarkan oleh e-commerce. Satu strategi dasar yang sering terlihat diabaikan, atau belum tercapai oleh banyak perusahaan kecil dan menengah (SME) di negara-negara berkembang ada memastikan bahwa mereka memiliki e-commerce website yang bagus. Pada paper ini, kesiapan e-commerce website di Barbados ditentukan dengan mengevaluasi 98 website dengan delapan sektor layanan menggunakan CEC Website Evaluation Framework. Penemuan menunjukkan bahwa walaupun website-website ini mudah digunakan dan telah menyajikan informasi suatu produk/layanan umumnya kekurangan informasi perusahaan, inovasi dalam layanan, proses transaksi, dan layanan konsumen. Tambahannya, sektor bank sudah memiliki website peringkat tertinggi, diikuti oleh toko online, real estate, rental modil, operator tour, akomodasi, restoran dan asuransi. Berdasarkan hasil ini, sejumlah rekomendasi telah diajukan untuk mendukung pertumbuhan e-commerce. Kajian serupa harus diselenggarakan oleh pemerintah, SME atau stakeholder yang tertarik dalam mengevaluasi fase implementasi e-commerce di negara mereka.

Keyword— Developing countries, e-commerce, sophistication of Barbados websites, website evaluation.

  1. PENDAHULUAN

Banyak negara berkembang sedang memformulasikan strategi untuk memanfaatkan peluang yang ditawarkan oleh e-commerce. Satu strategi dasar yang sering terlihat diabaikan atau belum tercapai oleh banyak perusahaan kecil dan menengah (SME) di negara-negara berkembang adalah perkembangan e-commerce website berkualitas tinggi yang: memiliki proses transaksi aman; menyajikan informasi perusahaan dan produk; menyajikan layanan konsumen; dan, mudah digunakan.

Untuk mengevaluasi fase implementasi e-commerce di sebuah negara berkembang, penting untuk mengevaluasi e-commerce website bisnis untuk menentukan kesiapannya. Untuk tujuan ini, Elliot et al. [2] CEC Website Evaluation Framework digunakan untuk mengevaluasi 98 website dari delapan sektor layanan di Barbados.

Hanya sedikit peneliti yang sudah mempublikasikan kajian tentang e-commerce di Barbados; ini termasuk Fraser et al. [12], Molla et al. [5] dan McClean [13]. Kajian-kajian ini telah fokus pada kebiasaan belanja online pengguna [12]; tindakan institusi yang sudah mempengaruhi penyebaran e-commerce di Barbados, lebih dari enam tahun [5]; dan, praktek-praktek fasilitator dan praktisi e-commerce [13]. Bagaimanapun, tidak ada penelitian yang menguji kualitas website yang sudah ada untuk menentukan kesiapan e-comerce-nya.

Barbados adalah negara berkembang yang bagus untuk dikaji karena:

  1. Ia telah membuat bagian penting dari pembuatan undang-undang e-commerce dan memiliki undang-undangan tambahan dalam bentuk draft [1][6][11].
  2. Sekitar 60%  populasi adalah online [14].
  3. Lebih dari 87.839 kartu kredit telah dikeluarkan [15].
  4. Ia memiliki sebagian besar keterbatasan negara-negara berkembang mencakup: biaya akses internet [5], kurang keinginan konsumen menggunakan kartu kredit untuk belanja secara online [5][16]; dan, bank-bank enggan mengeluarkan merchant account (rekening pedagang) [5].

Penemuan ini adalah bagian sangat penting, untuk pulau-pulau lain di wilayah Caribbean dan beberapa negara berkembang yang sedang mengembangkan e-commerce, sejak ia mengizinkan pemerintah, SME dan stakeholder lain untuk mengevaluasi fase implementasi e-commerce di negara mereka.

  1. Gambaran Umum

Sisa paper ini diorganisasikan sebagai berikut. Pada bagian II dan III, secara berturut-turut, framework evaluasi website direview dan gambaran umum e-commerce di Barbados disajikan. Pada bagian IV, kajian dideskripsikan dan metodologi evaluasi diuraikan. Hasilnya disajikan pada bagian V dan dibahas pada bagian VI. Terakhir, rekomendasi untuk pertumbuhan e-commerce di Barbados diusulkan pada bagian VII.

  1. FRAMEWORK EVALUASI WEBSITE

Beberapa framework evaluasi website telah diperkenalkan pada literatur, bagaimanapun hanya sedikit yang terpilih untuk disajikan pada bagian ini.

Elliot et al. [2] mendeskripsikan framework evaluasi yang disebut Centre for Electronic Commerce (CEC) Website Evaluation Framework yang terdiri atas enam kategori; kategori ini adalah: informasi dan fungsi perusahaan, informasi dan promosi produk/layanan, transaksi jual/beli, layanan konsumen, kemudahan penggunaan dan inovasi dalam layanan dan teknologi. Pada masing-masing kategori, lima kategori telah ditetapkan. Elemen-elemn ini disajikan pada Gambar 1. Sebanyak tiga puluh (30) elemen digunakan untuk mengevaluasi website yang diberikan (enam kategori dari lima elemen masing-masing). Masing-masing elemen diberi skor 1 atau 0 tergantung apakah fitur yang diberikan (atau fitur-fitur) ada atau tidak ada. Framework ini digunakan untuk mengevaluasi 100 website perusahaan Denmark dan dilaporkan bahwa kira-kira 80% dari website ini memiliki nilai (rating) 50% (dan skor keseluruhan paling tinggi 15 dari 30) atau kurang.

Informasi dan fungsi perusahaan

(1)   Kepemilikan, pernyataan visi  perusahaan, performa keuangan

(2)   Operasi dan area produk/layanan

(3)   Pembangunan citra

(4)   Rincian kontak atau daftar distributor

(5)   Kumpulan lengkap fungsi-fungsi yang relevan dengan perusahaan

Informasi dan promosi produk/layanan

(6)   Kelompok produk/layanan umum

(7)   Spesifikasi produk/layanan yang lebih rinci

(8)   Harga

(9)   Promosi produk/layanan khusus

(10)         Rincian produk/layanan baru atau yang akan datang

Transaksi Jual/Beli

(11)         Mendukung pembelian online

(12)         Keamanan

(13)         Penyederhanaan proses

(14)         Pembayaran online

(15)         Rincian biaya transaksi penuh + konfirmasi order + waktu/mode penyampaian + jaminan kepercayaan

Layanan Konsumen

(16)         Bantuan penjualan

(17)         Kebijakan konsumen

(18)         Setelah prosedur penjualan

(19)         Layanan pilihan

(20)         Pendekatan lebih luas untuk layanan pilihan

Kemudahan penggunaan

(21)         Layout dan desain

(22)         Site map

(23)         Website ditemukan dengan mudah oleh search engine

(24)         Informasi situs dapat dinilai dengan mudah

(25)         Layanan untuk pengguna yang berbeda-beda kemampuan

Inovasi dalam layanan dan teknologi

(26)         Meningkatkan layanan konsumen—pesanan

(27)         Meningkatkan layanan konsumen—feedback

(28)         Meningkatkan layanan konsumen—komunitas

(29)         Meningkatkan layanan konsumen—pilihan website

(30)         Penggunaan multimedia yang baru dan efektif

Gambar 1 lima elemen dari masing-masing enam kategori berisikan CEC Website Evaluation Framework; elemen-elemen ini dilabeli 1 sampai 30.

Doolin et al. [3] sudah menggunakan Extended Model of Internet Commerce Adoption (eMICA) untuk mengevaluasi 26 organisasi turisme regional New Zealand. Dalam model ini tiga tahapan sudah ditetapkan; tiap tahapan memiliki satu atau lebi layer. Pada tahap pertama, yang mana disebut promosi berbasis web, terdapat dua layer. Yang pertama dari layer ini terdiri atas informasi dasar tentang perusahaan sedangkan layer kedua mempertimbangkan kumpulan informasi yang kaya, contohnya kontak e-mail. Pada tahap kedua, yang disebut promosi berbasis web, tiga layer ditetapkan. Masing-masing layer ini ditentukan oleh level interaktivitas mereka. Level pertama dikarakterisasikan dengan interaktivitas yang rendah, seperti interaktivitas yang disediakan dengan katalog produk dasar. Layer kedua dikarakterisasikan dengan interaktivitas medium, contohnya dukungan konsumen dan layer ketiga atau layer aktivitas lebih tinggi dengan chat room. Pada tahap akhir, yang disebut persediaan informasi dan layanan serta proses transaksi, hanya satu layer, dikarakterisasikan dengan transaksi online aman  dan status pesanan, telah ditetapkan. Telah dilaporkan bahwa 97% (25) dari website ini berada pada tahap pertama dan kedua.

Limayem et al. [4] sudah mengevaluasi 80 website operator turisme di Hongkong untuk mengkaji kesiapan e-bisnis mereka. Framework evaluasi mereka menggunakan 22 kritria untuk menentukan kemudahan penggunaan interface, variasi dan konten informasi pada website, jenis dan level layanan e-bisnis serta faktor-faktor kepercayaan organisasi. Mekanisme penilaian yang digunakan mirip dengan Elliot et al. (2000) pada masing-masing 22 kriteria diberi nilai 0 atau 1 tergantung ada atau tidak adanya fitur yang diberikan. Hasil evaluasi ini menyatakan bahwa hanya 46% dari website ini yang memiliki rating 50% atau lebih (skor tertinggi 11 dari 22).

Sellito dkk. [9] mendeskripsikan sebuah framework yang mengevaluasi website menggunakan fitur-fitur dari empat kategori, yaitu otoritas dan currency, akurasi, objektivitas dan privacy. Masing-masing kategori memiliki satu atau lebih fitur; contohnya fitur dalam kategori otoritas dan currency adalah kepengarangan, tanggal pembuatan, rincian kontak dan reputasi pengarang. Masing-masing fitur ini diberi bobot, contohnya fitur berbobot sangat tinggi adalah reputasi yang diberi bobot 25%. Bobot ini didasarkan pada pengalaman salah satu pengarang. Sellito, dkk. sudah menggunakan framework ini untuk mengevaluasi 58 dokumen informasi kesehatan pada website Australia. Dari website ini 27 dokumen diambil dari rumah sakit umum, 16 dokumen dari situs kesehatan yang disponsori pemerintah dan 15 dokumen dari supplier produk kesehatan komersial. Skor hasil untuk masing-masing jenis website adalah rumah sakit umum, 71.5%, situs kesehatan yang disponsori pemerintah, 80,6% dan supplier produk kesehatan komersil, 41,0%. Hanya empat website yang ditemukan memenuhi semua kriteria dalam empat kategori kualitas tersebut.

Terakhir, Signore [10] menetapkan model lima dimensi yang menguji kebenaran, keberadaan, konten, navigasi dan interkasi website.

  1. E-COMMERCE DI BARBADOS

Barbados adalah negara berkembang kecil di Caribbean, dengan populasi 266.731 (tahun 2006) di area 430km2. Walaupun  Barbados berada di tahap awal penyebaran e-commerce [5], ia telah siap membuat beberapa bagian penting dari perundang-undangan e-commerce; telah mengimplementasikan suatu kesadaran e-commerce dan program pendidikan; telah meliberalisasikan industri telekomunikasinya; dan telah memulai menawarkan layanan perbankan online.

Perundang-undangan e-commerce yang sudah dibuat adalah Electronic Transaction Act tahun 2000, yang mengakui transaksi digital ekuivalen dengan transaksi berbasis kertas; dan       Computer Misuse Act tahun 2005, yang menyediakan hukuman untuk akses komputer illegal dan pornografi anak. Dalam bentuk draft ada juga Data Protection Bill [6].

Kesadaran dan pendidikan publik e-commerce sedang didukung oleh pemerintah dan University of the West Indies. Pemerintah telah menawarkan sejumlah seminar dan pembicaraan publik tentang e-commerce. Universitas sudah menawarkan seminar dan workshop; kursus e-commerce di program Diploma Teknologi Informasi; kuliah e-commerce di program sarjana Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer; dan pada program pascasarjana gelar M.Sc. e-commerce [1].

Pada tahun 2001, monopoli industri telekomunikasi yang diselenggarakan oleh Cable and Wireless (Barbados) berakhir dan provider lain telah memasuki pasar tersebut. Ini secara perlahan-lahan telah mengurangi biaya layanan telekomunikasi.

Walaupun lebih banyak bank lokal yang mengeluarkan kartu kredit, kontrol pertukaran asing membatasi sejumlah konsumen yang keluar dari Barbados menggunakan kartu kredit ini. Beberapa bank dan para pemberi kredit sekarang juga sedang menawarkan layanan perbankan online.

  1. KAJIAN

Kajian ini disempurnakan dalam dua bagian. Bagian pertama diselenggarakan pada bulan November 2006 [1] dan yang kedua bulan September 2007 [11].

Sebanyak 98 website termasuk delapan sektor layanan dievaluasi; sektor-sektor yang dievaluasi itu adalah akomodasi, rental mobil, restoran, operator tour, real estate, toko online, perbankan dan asuransi. Website akomodasi, rental mobil, restoran dan tour operator dievaluasi pada bulan November 2006; sedangkan website real estate, toko online, perbankan dan asuransi dievaluasi pada bulan September 2007.

Strategi pemilihan website, kriteria evaluasi dan strategi penelitian dideskripsikan pada bagian berikutnya.

  1. Seleksi Website

Untuk menentukan industri layanan yang akan dievaluasi dan sejumlah website dari masing-masing industri layanan yang akan dipilih, pengarang melakukan pencarian terhadap semua website Barbados menggunakan surat kabar lokal, majalah, direktori online dan offline, dan search engine (seperti Google).

Pengarang kemudian mengidentifikasi industri-industri layanan website ini yang telah memiliki dan mengeliminasi semua industri layanan dengan lebih kurang dari lima website. Ini mencakup buku, musik, supermarket dan kecantikan. Dari kategori yang ada, 98 website dipilih: akomodasi (20), rental mobil (20), restoran (15), tour operator (15), real estate (13), Toko online (6), Perbankan (4), dan Asuransi (5).

Telah diperkirakan bahwa 15 persen dari total jumlah website akomodasi telah dievaluasi; 100 persen website rental mobil; 80 persen website restoran; 40 persen website tour operator; 54 persen real estate; 46 persen toko online; 31 persen perbankan; dan, 50 persen website asuransi. Dengan demikian, website yang telah dievaluasi ini merupakan sampel representatif dari website Barbados.

  1. Kriteria Evaluasi

CEC Website Evaluation Framework digunakan untuk mengevaluasi website tersebut. Ini memungkinkan perbandingan antara semua industri layanan di Barbados yang telah memiliki keberadaan online pada saat evaluasi. Tidak ada pembobotan elemen-elemen atau kategori yang dianggap penting sejak semua skor tidak diinginkan.

Bagaimanapun dikenali bahwa terkait ciri website ini bahwa suatu informasi tidak tersedia jika user tidak melakukan login. Ini ditemukan untuk kasus dalam kategori transaksi jual/beli. Dengan demikian, kategori ini tidak termasuk dalam hasil yang disajikan dalam Tabel I.

  1. Strategi Penelitian

Peneliti tunggal yang teruji dalam e-commerce digunakan untuk mengevaluasi website dan melaporkan hasilnya.

HASIL (belum beres)

One response to “EVALUASI KESIAPAN E-COMMERCE WEBSITES

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s