Perbedaan antara Pengetahuan Murni dan Empiris

TINJAUAN ALASAN TEORITIS

oleh Immanuel Kant

http://www.gutenberg.org/cache/epub/4280/pg4280.html

Penerjemah: Komarudin Tasdik

Perbedaan antara Pengetahuan Murni dan Empiris

Semua pengetahuan kita yang dimulai dengan pengalaman tidak dapat diragukan. Selama memungkinkan, kemampuan kognitif harus diwujudkan ke dalam latihan daripada mengartikan objek-objek yang mempengaruhi pikiran kita, dan hal itu sebagian menghasilkan representasi, sebagian membangkitkan kekuatan kita untuk beraktivitas, membandingkan, menghubungkan, atau memisahkan objek-objek, sehingga dapat mengkonversi ‘bahan mentah’ (input) kesan pancaindera kita ke dalam pengetahuan tentang objek-objek, yang disebut pengalaman? Dengan demikian, seiring dengan waktu, tidak ada pengetahuan kita tanpa pengalaman, tapi dimulai bersamanya.

Tetapi, walaupun semua pengetahuan kita dimulai dengan pengalaman, tidak berarti semuanya berujung hanya pada pengalaman. Ada hal yang berbeda, sangat mungkin bahwa pengetahuan empiris kita merupakan gabungan dari yang kita terima melalui kesan, dan itulah yang kemampuan kognitif supply dari dirinya sendiri (kesan pancaindera hanya muncul saat itu), tambahan yang tidak dapat kita bedakan dari elemen dasar yang diberikan oleh indera, hingga praktek yang lama telah membuat kita penuh perhatian, dan terampil dalam memisahkannya. Dengan demikian, sebuah pertanyaan yang membutuhkan penelitian serius, dan tidak dijawab pada pandangan awal, apakah ada pengetahuan yang semuanya independen dari pengalaman, dan bahkan dari semua pengaruh panca indera (sensuous impressions)? Pengetahuan jenis ini disebut apriori, kontradiksi dengan pengetahuan empiris, yang memiliki sumber aposteriori, yaitu pengalaman.

Tapi ungkapan, “apriori,” belum cukup pasti menunjukkan semua pertanyaan di atas. Ketika membicarakan pengetahuan yang memiliki sumber dari pengalaman, kita biasa berkata, bahwa ini atau itu dikenal sebagai apriori, karena kita tidak memperoleh pengetahuan ini dari pengalaman dengan seketika, tapi dari sebuah aturan umum, yang mana, bagaimanapun, kita meminjamnya dari pengalaman. Dengan demikian, jika seorang laki-laki menggangsir rumahnya, kita berkata, “mungkin dia sudah mengetahui apriori yang akan menimpa;” yaitu, dia tidak harus menunggu hingga mengalami kejadian yang menimpanya itu secara nyata. Tetapi masih, apriori, tapi dia belum dapat mengetahuinya secara detil. Orang-orang itu hebat, dan, konsekuensinya, bahwa mereka jatuh ketika pendukungnya hilang, yang mana harus diperkenalkan kepada mereka sebelumnya, dengan ‘bahasa’ pengalaman.

Oleh karena itu, dengan istilah “pengetahuan apriori”, kita akan berada dalam sequel understand (pemahaman karena akibat), tidak independen dari jenis pengetahuan ini atau itu, tapi secara absolut merupakan bagian dari semua pengalaman. Yang berbeda dengan ini adalah pengetahuan empiris, atau yang hanya berupa aposteriori, yaitu melalui pengalaman. Pengetahuan apriori itu mencakup murni atau tidak murni. Pengetahuan murni apriori adalah yang tidak ada penggabungan elemen empiris. Contohnya, proposisi, “Setiap perubahan memiliki sebab,” merupakan proposisi apriori, tapi tidak murni, karena perubahan merupakan sebuah gambaran yang diperoleh dari pengalaman.

One response to “Perbedaan antara Pengetahuan Murni dan Empiris

  1. That was a really fun article..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s