YANG LAMA DAN YANG BARU

YANG LAMA  DAN YANG BARU

Oleh: Alejandro Reyes

Penerjemah: Komarudin Tasdik

Li & Fung sebagai pemenang e-commerce

Jika ada perusahaan yang menyatakan bahwa pengukuhan kembali adalah kunci survival, itu adalah Li & Fung Hongkong (No. 568 pada the Asiaweek 1000). Sejarah perdagangan multinasional tahun 94 memperlihatkan titik kenaikan pada kurvanya. Pada Maret tahun ini kelompok ini berhasil launching Lifung.com, yakni e-commerce untuk konsumen berskala kecil dan menengah. Dengan menghubungkan para pembeli dan para supplier yang terhubung di Internet, Li & Fung bersatu sebagai pionir “clicks-and-mortar” dan pemenang dalam kompetisi e-commerce sukses.

Dengan pelayanan online-nya, direktur Victor Fung (55) dan saudara William (52), manager kelompok tersebut, sekali lagi memperlihatkan mengapa mereka menargetkan kaum pria untuk mengadopsi praktek-praktek manajemen modern dalam bisnis keluarga. Li & Fung bukan pertama kalinya berdagang dalam the Net – William bertugas memperluas riset pasar sebelum program itu dijalankan. Tapi diyakini bahwa Web-based e-marketplace baru mereka bersatu dengan perusahaan yang teruji dengan melibatkan 600 konsumen menjadikan perdagangan secara digital akan berkembang pesat. Mereka mengembangkan bisnis barunya dari yang kecil hingga yang besar, terutama di Amerika Serikat. Layanan online ini diharapkan mencapai 14% dari pendapatan atau $550 juta pada tahun 2002. tapi diperkirakan dua tahun kemudian akan mencapai 33% atau $2 milyar.

Tidak salah bagi sebuah perusahaan yang memulai perdagangan sutera dan porselin diGuangzhouini. Para pendiri Fung, Pak-liu dan Li To-ming kemudian memperluas produksinya mencakup produk-produk bambu dan rotan, gading, permata jade dan kembang api. Tahun 1949, anak Fung, Hon-chu membuka kembali perusahaan Hongkong di bawah kontrol manajemen Inggris, di mana perusahaan ini menjadi eksportir garmen, mainan, elektronik dan bunga plastik. Di awal tahun 1970 Hon-chu’s U.S.-educated sons Victor dan William kembali ke manajemen profesionalgayabarat untuk mengukuhkan stock exchange Hongkong. Sebagaimana ekonomiChinayang terbuka, Fung mulai membangun jaringan operasi manufaktur di daratan tersebut. Tahun 1989, mereka memprivatisasi perusahaan tersebut, membangunnya kembali dengan memfokuskan pada bisnis perdagangan dan usaha kecil. Mereka menata kembali perdagangan pada tahun 1992 dan kemudian memperluas sumber, distribusi dan jaringan konsumen internasional Li & Fung melalui berbagai strategi. Sekarang kelompok tersebut menjalankan bisnis di 35 negara, dengan titik kekuatan diChina.

Dengan Internet “mass customization” cukup memungkinkan, jelas Victor. Maksudnya Li & Fung dapat menawari para pembeli berbagai produk pilihan dan kombinasi warna, ukuran, design, seperti polo shirt – dan secara cepat dapat menambah order. Perusahaan in juga menggunakan the Net untuk membantu menyelesaikan proses dari produksi hingga pengiriman. Tujuannya adalah memberikan pelayanan terpercaya dan cepat, kata William. “Kebijakan konvensional menuju internet adalah kebutuhan perusahaan anda yang tidak bisa ditawar. Tapi ini bukan masalah.”

Victor berpendapat bahwa mendirikan perusahaan seperti yang dialaminya akan mudah berkembang. Dengan keterampilan ekonomi lamanya, Li & Fung mendapat keuntungan dari kemajuan perusahaannya dan menambah spekulasi B2B. Laporan terbaru dari Merill Lynch mengatakan bahwa kas perusahaan sebesar $270 juta harus digunakan untuk mendanai perluasan bisnis the Net-nya. Fung lebih siap membuktikan bahwa akhir abad pertamanya, Li & Fung akan menjadi ‘pemain yang terampil’.

Sumber: Asiaweek, 10 Nopember 2000, hal. 52

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s