MANFAAT SISTEM INFORMASI PADA FAULT DIAGNOSIS

MANFAAT SISTEM INFORMASI PADA FAULT DIAGNOSIS

Oleh: Chris Davies dan Richard Greenough

Format: pdf

Diterjemahkan oleh: Komarudin Tasdik

Abstrak

Terlalu sering downtime menjadi sebuah masalah bagi banyak organisasi, terutama ketika menggunakan proses capital intensive manufacturing yang kompleks. Untuk meng-counter ini, banyak yang menggunakan computerized management systems untuk men-support berbagai aspek aktivitas maintenancenya mencakup breakdown diagnosis.

Makalah ini menggambarkan riset yang dilakukan untuk menginvestigasi efektivitas dari sistem informasi maintenance dalam men-support berbagai aktivitas selama machine breakdown.

Sebuah survey dilakukan untuk menginvestigasi aplikasi-aplikasi computerized management system dari perspektif user. Survey ini di-design untuk mengumpulkan opini tentang efektivitas maintenance user support dan manfaat dari eksistensi sistem TI bagi orang yang berbeda-beda pekerjaannya.

Kombinasi hasil survey dan review literatur digunakan untuk memberitahukan perkembangan pilot maintenance information system yang akan dievaluasi dalam kajian selanjutnya.

  1. 1.        Pendahuluan

Riset telah dilakukan untuk menyikapi penggunaan, implementasi dan efektivitas computerize maintenance information systems. Survey digunakan untuk meneliti opini user terbaru terhadap manfaat eksistensi sistem TI dalam lingkungan maintenance. Pencarian informasi lainnya merupakan level aksesibilitas sistem untuk membedakan personal, availibilitas informasi, dan level kontribusi user terhadap sistem seperti ini.

  1. 2.        Studi Literatur, Information Support System

Latar Belakang

Computerised information support systems menggunakan beberapa teknik dan pendekatan yang berbeda untuk memenuhi syarat maintenance. Expert systems (ES) adalah rule-based systems berkembang untuk men-support tugas-tugas spesifik dengan outcome yang telah diprediksikan [6]. Computerised maintenance management systems (CMMS) membantu dalam planning, management, dan prosedur-prosedur administratif untuk maintenance yang efektif [1]. Enterprise resource planning (ERP) adalah integrasi dari single company wide information support system, memenuhi kebutuhan-kebutuhan dari bagian yang berbeda dalam perusahaan [12]. Manfaat dari interactive electronic technical manuals (IETM) menyediakan information support melalui penggunaan dokumentasi teknis yang dipresentasikan sebagai informasi digital [11]. Berkembang sebagai referential technical manual, digital maintenance manual menggunakan tekonologi hypertext/hypermedia untuk menyusun informasi, yang memungkinkan untuk mengakses informasi tertentu secara cepat.

2.1    Computerised maintenance management system (CMMS)

CMMS dapat mempersingkat waktu pengiriman informasi yang berguna untuk maintenance work force, atau dapat merecord hasil-hasil kegiatan untuk keuntungan organisasinya secara menyeluruh [1]. Studi kasus ini menjadi jelas ketika permintaan produksi memprioritaskan fungsi maintenance [2].

Untuk mempromosilan business wide improvement, disarankan bahwa implementasi CMSS harus dianggap sebagai kebutuhan bisnis dan kemudian reiterasi, menyesuaikan work control process [3].

Jika produksi dan sistem fault diagnostic digabungkan ke dalam CMMS yang lebih besar, ini biasanya menjadi 3rd party modules yang sesuai dalam work control process, atau pekerjaan independen. Bagaimanapun juga, masalah-masalah akurasi data dan validasi sistem telah diketahui dapat mereduksi efektivitas applikasi seperti itu [4]. Pendekatan lain untuk fault diagnostic di mana jenis-jenis kegagalan diketahui dan didokumentasikan merupakan manfaat dari built in test equipment (BITE), untuk pemeliharaan pesawat terbang [5]. Tujuannya adalah untuk mendeteksi kegagalan-kegagalan dengan derajat self-monitoring dalam diagnose dan trouble shooting, walaupun isu aktivitas maintenance secara luas masih bermasalah bagi teknisinya.

2.2     Expert System

Sebuah expert system (sistem pakar) merupakan integrasi dari manusia dan ilmu yang tersimpan dalam komputer untuk mengatasi masalah yang biasanya membutuhkan keahlian manusia yang tinggi [6].  Manfaat dari pendekatn ES dalam fungsi maintenance adalah menyediakan konsistensi performance, memperbaiki proses pembuatan keputusan dan memonitor keahlian, dll. [6, 7]

Expert system sebagai bagian dari struktur organisasi yang diakui oleh beberapa pengembang teknologi berguna bagi bermacam-macam skill user base [6, 8]. Hal lain yang muncul adalah kekurang percayaan end user, mulai dari pengoperasian sederhana hingga adanya proses transfer pengetahuan dari para ahli kepada user yang berbeda kemampuannya.

2.3    Metode lain dari information support

Metode lain dari maintenance information support mencakup manfaat dari ERP, IETM dan referential digital maintenance manuals. Manfaat dari digital maintenance manuals memungkinkan retrieval dan navigasi informasi dengan cepat untuk menyediakan proses dan produk yang lebih besar bagi para user. Manfaat teknologi hypertext dan hypermedia untuk digital maintenance manuals juga membuatnya sangat relevan untuk web-base development. Bagaimanapun juga, elemen-elemen sistem ini mencakup business wide integration, user update facilities, database access atau fault recording facilities [9].

Dikembangkan untuk men-support syarat-syarat maintenance oleh US Departmen of Defence, IETMs, secara cepat menggantikan eksistensi maintenance technical manual berbasis kertas [9, 10]. Keunggulan fungsionalnya adalah effective usability, recording facilities, parts inventory control, decision-making abilities, database management, dan web-based connectivity di masa yang akan datang [10, 11].

Seperti yang mereka telah kembangkan secara spesifik untuk sistem persenjataan, pesawat terbang dan penyelamatan lainnya yang menuntut skill, hardware dan software aplikasi tinggi untuk menghasilkan output, program pemeliharaan sistem ini mampu memenuhi kebutuhan para user [9].

Untuk company wide integration, ERP sistem bertujuan untuk menstadarisasi proses bisnis dengan memuat dan men-share sumberdaya kolektif dari semua departemen ke dalam satu sistem komputer generic [12]. Kekurangan arsitektur kompleks dari ERP adalah bahwa bisnis harus sesuai sistem, membutuhkan waktu lama untuk dipelajari, periode imlementasi lama, dan konversi data kurang memadai antara sistem lama dan sistem baru [12].

3.0    Survey Review

3.1    Survey Objective

Suvery dilakukan untuk memilih opini tentang effective user support dalam lingkungan maintenance. Pertanyaan-pertanyaan pokoknya mencakup:

  • Siapa user utama dari TI maintenance?
  • Dari feature sistem yang digunakan, seberapa efektif kah?
  • Apakah implementasi sistem ini bermanfaat dalam maintenance downtime? Jika ya, dalam bidang apa sistem itu digunakan? Jika tidak, jelaskan kenapa
  • Apakah feature ini akan meningkatkan kemampuan sistem anda untuk membantu mereduksi maintenance downtime, jika ya, bisakah anda jelaskan lebih jauh?
  • Pendekatan apalagi yang digunakan untuk information support ketika tejadi downtime?

Dari kombinasi kartu pos dan web-base survey terhadap 358 orang, ada 38 responden valid, 21 kartu pos dan 17 web-based maintenance newsgroup. Lebih dari 38 responden valid, 6 menyatakan non-system use.

Survey ini terfokus pada tipe sistem yang digunakan untuk fault diagnosis berdasarkan penggunaan IS, CMMS, ERP, dan ES. Pilihan ‘other’ mengacu pada bespoke atau expert system. Komentar lainnya dibahas pada bagian 3.3 “analisis hasil survey”.

3.2    Hasil Survey

Gambar terlampir di makalah the use of information system in fault Diagnostic, halaman 3.

3.3    Analisis Hasil Survey

Jenis sistem yang digunakan (lihat gambar 1) dan manfaat computerized maintenance information system telah jelas (lihat gambar 3). Meskipun demikian, para user mengekspresikan tingkat kepuasan tinggi dengan kontribusinya untuk mereduksi downtime (lihat tabel 2). Ini ditujukan untuk perencanaan aktivitas PM yang efektif, enventory control, dan availibilitas sumber daya. Lebih dari setengah objek penelitian masih menggunakan pengalaman sebagai sumber pendukung informasi utama selama downtime (lihat tabel 3). Bagaimanapun juga, 59% pengguna masih mengekspresikan kebutuhan atas perbaikan sistem (lihat tabel 2). Target perbaikan adalah komunikasi yang lebih baik dalam struktur bisnis, support informasi vendor, integrasi web dan teknologi berbasis kantor, dan user pandai merecord informasi tambahan. Meskipun 78% perusahaan menggunakan kotraktor spesialis untuk aktivitas maintenance, hanya 3% user dimungkinkan akses sistem secara keseluruhan (lihat gambar 2), tampak antusiasme yang kurang terhadap formal proses keeping record, menulis laporan, dll.  Konsentrasi user lainnya mendorong organisasi agar sesuai dengan sistem maintenance yang digunakan.

4.0    Kesimpulan

Studi literatur menyatakan bahwa meskipun terdapat kesuksesan di beberapa bagian, Sistem TI maintenance memiliki kelemahan yang membatasi peranan diagnostic information support dalam lingkungan manufacturing. Untuk mengevaluasi legitimasi penemuan-penemuan riset sebuah survey maintenance practitioners dilakukan. Dalam memperbaharui sistem IETM, survey itu difokuskan pada penggunaan IS, CMMS, ERP dan ES.

Outcome suvery ini menyatakan mayoritas penemuan teridentifikasi dalam riset leteratur sebagai keuntungan. Walaupun sepakat dengan adanya manfaat dalam sistem ini, responden setuju juga dengan adanya beberapa kekurangan yang akan digunakan untuk perbaikan aplikasi pereduksi down time selanjutnya.

Riset menggarisbawahi pendekatan efektif untuk maintenance support, pendekatan ini memanfaatkan interactive electronic technical manual. Sistem ini memiliki kelemahan dalam pengaturan cost dan memilah-milah user, tidak berlaku bagi yang tidak memiliki pengetahuan dalam business wide integration.

5.0    Riset yang akan datang

Isu yang dibahas dalam makalah ini adalah tentang manfaat dari sistem TI maintenance untuk mereduksi downtime. Diakui bahwa harus dilakukan perbaikan sistem untuk memperbaiki information support dalam aktivitas maintenance selama downtime. Dengan demikian, riset mendatang akan berkonsentrasi pada metodologi yang dapat membantu mereduksi downtime melalui pengembangan tool diagnostic yang lebih baik. Sebagai sistem yang terintegrasi dapat dibayangkan bahwa sistem maintenance ini akan mampu menjadi lebih fleksibel dan mudah digunakan dalam dynamic information support.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s