BAGAIMANA DUEL BERJALAN

BAGAIMANA DUEL BERJALAN

Kategori: Kultur, budaya, cerita ilmiah

1. Pengantar tentang Bagaimana Duel Berjalan (duel.htm)

“Pistol di permulaan!” Tantangan yang diumumkan. Menurunkannya akan membiarkan anda dianggap sebagai penakut dalam hidup. Anda bertemu di tempat terpilih untuk menghadapi lawan anda pada jarak 20 langkah. Pistol duel anda dirampas. Salah satu atau keduanya dari anda bisa jadi terluka parah atau terbunuh saat itu. Para dokter berdiri mengobati luka itu jika mungkin, sedangkan teman-teman anda saling bertatapan. Mengapa semua ini terjadi?

Karena anda mempermainkan kehormatannya.

Berduel, perkelahian satu lawan satu secara khusus dengan pedang atau senapan, adalah bagian utama dari banyak masyarakat, membentuk hidup (dan mati) sepersepuluh dari ribuan bangsawan kaya, kesatria sakti, politisi terkemuka dan para koboi Barat Liar yang berdebu. Tapi yang terpenting, berduel juga merepresentasikan naluri maskulin untuk berkompetisi dan mengalahkan serangan orang lain yang sangat berbeda—laki-laki ingin membunuh atau mati karena alasan-alasan yang tidak jelas, semua berada dalam perkelahian.

Dalam artikel ini, kita akan mempelajari aturan-aturan berduel, menguji alasan-alasan orang berduel dan melihat bagaimana duel benar-benar belum hilang—ia hanya berkembang menjadi bentuk-bentuk pertarungan lainnya.

2. Dasar-Dasar Berduel (duel1.htm)

Duel adalah sebuah pertarungan, tapi merupakan jenis pertarungan yang sangat terkontrol. Dalam duel, dua laki-laki saling berhadapan pada posisi yang sama (hanya pada waktu yang sangat jarang duel dilakukan oleh perempuan). Duel mengikuti sebuah kesepakatan berupa sejumlah aturan, mulai pada waktu yang telah ditetapkan dan diselenggarakan pada tempat khusus. Kata duel sendiri berasal dari istilah Latin duellum, singkatan dari duo (dua) dan bellum (perang).

Biasanya, duel tidak terjadi secara spontan. Seorang laki-laki akan memberikan sebuah tantangan kepada orang lain, yang akan segera merespon dengan menunjukkan masalah lebih lanjut kepada pendukung keduanya. Pendukung kedua adalah seorang teman yang datang untuk membantu mempersiapkan senjata-senjata anda, memastikan peduel lain tidak akan menyerang anda secara tiba-tiba dan memastikan aturan-aturan duel telah diikuti. Pendukung kedua juga diharuskan untuk mencoba meredakan suasana yang mengarah pada duel dengan membuat sebuah permintaan maaf dari satu pihak ke pihak lain. Sebenarnya, para pendukung sering menyelesaikan yang sedang saling bertengkar selain para peduel utama. Kadang-kadang terdapat pendukung ketiga dan keempat selama perkelahian itu. Dalam peristiwa apapun, setelah seorang laki-laki mengeluarkan sebuah tantangan, pendukung kedua akan menyusun semua rincian. Proses ini dapat membutuhkan waktu berhari-hari.

Melemparkan Sarung Tangan

Tantangan dapat diumumkan di suatu tempat dengan melemparkan sarung tangan, atau “gauntlet,” ke tanah di depan lawan anda.

Ketika sebuah duel diumumkan, senjata apapun dapat digunakan, baik dengan penantangnya maupun lawan yang dipilihkannya tergantung pada aturan duel mana yang digunakan. Undang-udang duel 1777 (yang akan kami bahas lebih detil pada bagian berikutnya) menyatakan bahwa:

Pihak tertantang berhak memilih senjata miliknya, jika penantang tidak menghormatinya, dia bukan pemain pedang; karena itu, penantang dapat menolak jenis apapun dari senjata kedua yang diusulkan oleh pihak tertantang.

Selama beberapa abad, pilihan itu dibatasi untuk beberapa jenis pedang. Kemudian, ketika senapan digunakan dalam duel, sejumlah aturan tertentu menunjukkan bahwa hanya smooth-bore barrels yang dapat diterima, sebagai penentangan terhadap rifled barrels yang menyebabkan peluru bersarang dan memberinya akurasi dan jarak yang lebih besar (Holland, hlm. 84). Sebagian aturan duel tampak didesain untuk mencegah kematian dan luka-luka atau paling tidak mengurangi kemungkinan terjadi hal berbahaya tersebut. Contohnya, peduel kadang-kadang diminta untuk saling menjaga jarak (tidak terlalu dekat), hanya kembali bertanding ketika tanda pertempuran yang tepat telah diberikan. Ini tidak memberi mereka waktu yang cukup untuk membidik senjata-senjata mereka.

Kekalahan duel akhirnya berada pada kemurahan hati pemenang, yang dapat memilih untuk menyisakan hidup (membiarkan hidup) lawan atau membunuhnya. Tatacara berduel juga memberi pemenang hak untuk melukai tubuh lawannya dengan cara apapun yang dia pilih. Ini sering berbentuk pemenggalan leher dan menempatkan kepalanya (yang sudah dipenggal) di ruang publik.

Berduel dengan Kemahiran Wanita

Biasanya, ketika wanita berpartisipasi dalam duel, ia dipandang sebagai keanehan. Tontonan aneh yang lebih bersifat hiburan daripada pertandingan yang mematikan. Senjata-senjata yang digunakan wanita itu sering diubah sehingga para peduel tidak dapat saling melukai, atau pertandingan itu dihentikan sebelum darah tertumpah.

Bagaimanapun, terdapat paling sedikit satu peduel wanita terkenal, seorang penyanyi opera Perancis yang bernama La Maupin. Menurut beberapa cerita, ayahnya melatih La Maupin dalam pertengkaran pedang, sedangkan keterangan lain menyatakan bahwa dia memiliki keterkaitan dengan seorang fencing master wanita yang memberikan pelajarannya. Untuk menjaga diri sendiri dan suaminya, dia mulai mempraktekannya di restoran dan kedai, bernyanyi dan fencing ketika berpakaian seperti anak laki-laki, walaupun dia tidak terlihat menyembunyikan jenis kelamin sebenarnya. Sederhananya lebih mudah bermain pedang tanpa rok dan gaun berjumbai-jumbai yang bisa menyusahkannya.

Cerita-cerita legenda mengenang keberaniannya. Dia dirumorkan telah mengusir semua laki-laki bangsawan muda sekamar penuh yang komplain ketika dia menghina seorang wanita yang mereka ajak tari. Petualangannya juga mencakup penggalian jenazah nun, menempatkannya dalam asrama dan melakukan setting ruangan pertandingan sehingga dia dapat memalsukan kematiannya sendiri dan melepaskan seorang biara dengan pecinta wanitanya [ref]. Dia meninggal pada tahun 1707 setelah mengundurkan diri dari opera tersebut.

3. Bagaimana Duel Berjalan (duel2.htm)    

Aturan-Aturan Berduel

Pada tahun 1777, seorang panitia laki-laki berkebangsaan Irlandia menyampaikan bahwa undang-undang berduel akan digunakan secara luas di seluruh Eropa dan Amerika. Undang-undang Irlandia tahun 1777 disebut Code Duello, dan anda dapat membaca secara lengkap sejumlah aturan pada PBS.org: Code Duello. Undang-undang ini sangat populer bahwa manusia di dunia datang untuk melihatnya sebagai aturan berduel “resmi”. Faktanya, angkatan laut A.S. menyertakan teks Code Duello dalam buku panduan mahasiwa angkatan laut (AL) hingga duel yang dilakukan perwira AL akhirnya dilarang pada tahun 1862 (Holland, hlm. 142).

Pokok-pokok aturan itu mencakup langkah-langkah permintaan maaf, hingga meminta berhenti berduel; tatacara duel yang tepat dengan perilaku terpuji; peran pendukung kedua; dan yang merupakan akhir sebuah duel.

Aturan Duel Lainnya

Code Duello sebagian besar menggantikan undang-undang sebelumnya, mencakup Flos duellatorum(ditulis pada tahun 1410) dan II Duello (1550), undang-undang duel Italia, seperti halnya undang-undang duel Jerman yang disusun oleh sekolah-sekolah duel Fechtshulen (Holland, hlm. 24).

Permintaan Maaf

Permintaan maaf pada pihak tertantang dapat menghindari duel berdarah jika disampaikan secara tepat. Ingat bahwa banyak sekali duel terjadi ketika seorang laki-laki melecehkan kehormatan yang lainnya. Pada kasus seperti itu, permintaan maaf yang tepat secara logika akan membantu mengatasi masalah, bahkan setelah duel terjadi. Code Duello memuat metode permintaan maaf kompleks siapa yang harus pertama meminta maaf:

Aturan 1. Yang pertama melanggar harus meminta maaf duluan, walaupun jawaban mungkin lebih menyerang daripada menghina. Contoh: A berkata pada B dia tidak sopan, dll. B menjawab bahwa dia berbohong; maka A harus meminta maaf terlebih dahulu karena dia membuat pelanggaran terlebih dahulu, dan kemudian (setelah A meminta maaf) B bisa menjelaskan jawaban dengan permintaan maaf berikutnya.

Aturan ini juga berlaku ketika permintaan maaf dapat diterima, sehingga mencegah terjadinya duel, dan ketika tidak ada permintaan maaf lisan akan cukup dengan:

Aturan 5. Sebagaimana pelarangan keras sebuah pukulan dijatuhkan pada hadirin dalam keadaan apapun, tidak ada permintaan maaf lisan yang dapat diterima untuk penghinaan seperti itu. Jadi, alternatifnya—pelanggar memberikan rotan kepada pihak terluka, untuk dipukulkan pada punggungnya, pada waktu yang sama mengajukan permohonan maaf; bertarung hingga satu atau keduanya roboh (kalah); atau mengabaikan tiga serangan, dan kemudian meminta maaf tanpa melibatkan rotan.

Tatacara Berduel

Duel adalah bukan percekcokan. Ia merupakan perkelahian terkontrol antara laki-laki terhormat. Dalam kasus seperti ini, level tertentu dari martabat diharapkan oleh semua partisipan. Aturan 13 adalah aturan yang menggambarkan perilaku duel terpuji. Ia juga merupakan aturan yang sering dilanggar, sejak itu banyak peduel tidak benar-benar ingin mati, membunuh atau memuntungkan. Mereka hanya ingin mempertahankan kehormatannya. Aturan 13 menyatakan:

Aturan 13. Tidak ada pukulan atau serangan yang bodoh dalam suasana itu yang dapat diterima dalam kasus apapun. Penantang tidak harus menantang tanpa menerima pelanggaran; dan pihak tertantang harus, jika dia melakukan pelanggaran, membuat permintaan maaf sebelum dia datang di atas arena pertandingan; dengan demikian, permainan kekanak-kanakan pada satu pihak atau yang lainnya tidak harus dihormati, maka hal ini dilarang.

Sejak itu penyelenggaraan duel sendiri biasanya akan cukup untuk menjaga kehormatan, para peduel dapat menggunakan peluru bohongan, atau mengusulkan bahwa mereka akan menggunakan senjatanya dalam suasana tidak mematikan itu atau pada bagian tubuh lawannya yang tidak vital. Code Duello tidak menyetujui ini. Undang-undang ini juga menganjurkan para peduel untuk memberikan kesempatan istirahat pada pihak yang terluka dan duel itu dilanjutkan pada hari berikut: Aturan 15 menyatakan:

Aturan 15. Tantangan-tantangan tidak pernah disampaikan pada malam hari, jika pihak tertantang tidak bermaksud meninggalkan tempat pelanggaran sebelum pagi; karena itu sangat diperlukan untuk menghindari semua cara berpikir kasar.

Pendukung Kedua

Peran pendukung kedua dirinci pada beberapa aturan. (Catatan Aturan 18 mengacu pada smooth-bored guns sebagai penentangan terhadap rifled weapons.)

  • Aturan 18. Keduanya membebani kehadiran masing-masing, jika mereka tidak saling menghormati berarti mereka telah mengotori pertandingan tunggal dan halus, yang harus diselesaikan dengan menyenangkan.
  • Aturan 21. Waktu singkat untuk mengupayakan perdamaian dilakukan sebelum pertemuan diadakan, atau setelah perkelahian atau pukulan dianggap cukup, sebagaimana telah ditetapkan.

Code Duello menyatakan bahwa pendukung kedua dapat terlibat dalam perkelahian mereka, sebagaimana disebutkan dalam bagian sebelumnya. Undang-undang itu sangat spesifik membahas bagaimana keterlibatan ini bisa terjadi.

Aturan 25. Ketika pihak kedua tidak setuju, dan memutuskan untuk saling menyerang, pada waktu yang sama dan sudut pandang yang benar mereka harus memegang prinsipnya.

Kapan Duel Berakhir

Berduel “hingga mati” tidak diinginkan dalam Code Duello, walaupun ini akan segera mengakhiri banyak duel. Ingat: Berduel adalah mempertahankan kehormatan, bukan membunuh. Aturan 5 menyatakan:

…Jika pedang yang digunakan, kedua pihak itu berkelahi hingga salah satunya babak belur (bercucuran darah), roboh, atau dilucuti; atau hingga, setelah terluka, dan berdarah-darah, penyerang meminta maaf.

Aturan 22 membahas isu ini sebagai berikut:

Luka apapun cukup menimbulkan kegelisahan dan harus bersalaman, harus mengakhiri pertandingan pada hari itu juga.

Boleh jadi salah satu dari aturan berduel yang sangat penting ini tidak mencakup mekanisme duel sendiri, tapi lebih pada siapa yang boleh berduel. Di Eropa tengah, berduel adalah olah raga para lelaki yang terlahir dari keturunan bangsawan. Walaupun orang biasa bertanding dan benar-benar saling berhadapan dalam kontes-kontes yang dapat disebut duel, sebenarnya, duel demi kehormatan diselenggarakan antara dua laki-laki kalangan bangsawan. Satu alasan untuk ini adalah ekonomi—pedang merupakan senjata-senjata mahal, dan tidak setiap petani (orang biasa) memilikinya. Tapi diartikan juga sebagai pembeda kelas-kelas atas dan bawah. Banyak negara memiliki hukum-hukum yang melarang orang biasa bertanding antar mereka, sedangkan adipati, pangeran dan bahkan para raja diharapkan saling berduel.

Apa alasan orang bangsawan tetap saling bertanding hingga mati? Bacalah bagian selanjutnya untuk menemukan jawabannya.

4. Duel Para Bangsawan (duel3.htm)

Berduel sangat melekat dengan kehormatan. Bagaimanapun juga, konsep kehormatan di abad-abad yang lalu sangat berbeda dari apa yang sebagian besar masyarakat pikirkan terkait kehormatan saat ini. Untuk satu hal, secara sosial konsep kehormatan yang diterima sangat sedikit dilakukan oleh orang “baik”. Ia dilekatkan langsung pada kaum bangsawan—jika keluarga anda kaya dan memiliki darah raja, seperti jenis gelar bangsawan (Adipati, Pangeran, Earl, dll.), maka anda termasuk orang terhormat.

Presentasi Duel di Pedesaan Inggris Abad 16 pada Festival Ohio Renaissance

Jika anda seorang bangsawan, anda harus tetap memproteksi kehormatan anda atas berbagai tantangan—dan bukan hanya kehormatan anda sendiri, tapi semua kehormatan keluarga anda, untuk beberapa generasi yang lalu dan yang akan datang. Terdapat beberapa cara yang menghilangkan kehormatan, tapi yang sangat umum dan sangat penting adalah dilabeli sebagai pengecut. Cara terbaik untuk menghindari label pengecut adalah menantang siapapun yang menghina anda untuk berduel dan menerima tantangan duel apapun yang ditawarkan kepada anda. Sikap menolak berarti lawan anda dapat mempublikasikan laporan kepengecutan anda, melaporkannya di gereja dan dengan mudah menyebarkan kata-kata itu kepada teman-temannya.

Kehilangan kehormatan ini bukan konsep abstrak sepenuhnya. Pengalaman beberapa raja, kegagalan melayani tantangan berduel dapat berakibat kehilangan derajat kebangsawanan. Banyak negara bahkan telah memiliki hukum-hukum yang menghukum “pengecut” dengan pengucilan dari gereja, kehilangan hak memilih atau langsung dipenjarakan (Holland, hlm. 31). Bagi para lelaki ini, lebih baik mati secara terhormat dalam sebuah duel karena penghinaan daripada hidup tanpa kehormatan.

Satu aspek kebangsawanan adalah tidak dapat anda perjual-belikan atau ditukarkan dengan apapun (ini akan berakibat pada kehilangan kehormatan). Para bangsawan diharapkan dapat menjaga nilai warisan besar keluarganya. Satu akibat dari semua ini tidak berjalan adalah kebosanan. Sebagaimana abad-abad yang telah berlalu, duel menjadi hampir seperti olah raga anak muda, laki-laki bangsawan yang menemukan kebosanan. Kadang-kadang mereka dengan sengaja akan menghina orang-orang atau menimbulkan persoalan, kemudian menyatakan bahwa mereka “terhina” karena seseorang mencacinya. Jika semuanya gagal, mereka akan menantang langsung dengan alasan bangsawan lain kurang sopan. Ketika seorang bangsawan menjadi teman seorang gadis, kehormatan gadis itu dianggap sangat mudah menurun sehingga siapapun yang melakukan apapun yang dianggap sedikit kurang sopan dalam melihat gadis itu besar kemungkinan harus berujung pada duel (Holland, hlm. 38).

Faktor penting lainnya adalah kepercayaan bahwa pemenang perkelahian yang jantan menjadi pemimpin dari yang kalah. Dia tidak hanya menjadi petarung yang lebih baik dan lebih kuat, dia yang terbaik di sekitarnya—lebih terhormat, lebih bijaksana, dan yang terpenting adalah dikasihi Tuhan.

Pertikaian Barat yang Liar

Meniru-niru dua koboi yang berbaris di antara jarak 10 langkah dan menembak enam penembaknya di jalan berdebu benar-benar terjadi—periode perbatasan Amerika ini bertepatan dengan waktu ketika duel populer di Amerika. Faktanya, ketiadaan penegakkan hukum di beberapa kota perbatasan mungkin telah meninggalkan sejumlah ruang untuk perselisihan hebat.

5. Duel Orang Biasa (duel4.htm)

Para bangsawan bukan hanya berpartisipasi dalam duel. Sebagian dari sistem legal terdahulu mengandalkan duel untuk menentukan salah atau tidak. Sebelum abad 11 dan 12, seseorang yang didakwa sebuah kejahatan harus menempuh pemeriksaan pengadilan atau siksaan sejenisnya [ref], dan salah satu bentuk pemeriksaan pengadilan itu adalah dengan pertempuran. Dia harus menghadapi pendakwa atau ahli duel terlatih yang ditunjuk oleh pengadilan. Memenangkan sebuah duel adalah sebuah tanda bahwa Tuhan mengasihi anda, sehingga terbukti tidak bersalah.

Banyak peduel (termasuk bangsawan) mengumumkan tantangan-tantangan untuk alasan-alasan fragmatis semata. Bagi seorang laki-laki yang percaya diri pada keterampilan duel yang dimilikinya, itu merupakan solusi untuk hampir semua masalah. Utang dapat dihapus dengan menghabisi kreditornya. Percekcokan tanah diselesaikan dengan cara serupa. Saingan kerja atau politik adalah semua partner yang berpotensi untuk berduel, sedangkan pemilihan umum dapat diputuskan dengan pedang-pedang atau senapan-senapan daripada menggunakan suara dalam suatu pemilihan.

Sebelum perang Missouri, duel politis menjadi gaya hidup. Menurut Dick Steward dalam “Perduelan dan Akar Kekejaman dalam Missouri,” tujuan mendesak [peduel] adalah…mengeliminasi saingan politik. Dengan demikian, duel itu menjadi alat kelas atas dalam perselisihan politis. Mulai pemilihan umum untuk pembagian teritorial tahun 1816 hingga 1824 undang-undang itu telah dilegitimasi tak pernah berawal dan berakhir. “Faktanya, Peter Burnett, gubernur pertama California, setelah menyatakan politik Missouri, “undang-undang itu telah menumbuhkan keinginan untuk menghabisi calon-calon (pesaing) tertentu, untuk menendangnya dari arena persaingan tersebut.” (Steward, hlm. 43).

Pada bagian selanjutnya, kita akan melihat sejarah perduelan.

Duel Amerika yang Sangat Terkenal

Hamliton vs. Burr

Alexander Hamilton, seorang filsuf politis dan politisi yang berada di Constitutional Convention,  langsung berduel dengan Aaron Burr, seorang wakil presiden Amerika Serikat.

Lukisan Alexander Hamilton Berduel dengan Aaron Burr

Hamilton dan Burr telah berada dalam konflik sebagai partner di lembaga hukum dan selama pencalonan presiden Burr (pada waktu itu, runner-up dalam pemilihan presiden menjadi wakil presiden). Ketidaksukaan mereka memanas hingga suatu hari  terjadi saling mencerca, dan Burr menantang Hamilton untuk berduel. Mereka bertemu di Weehawken, New Jersey, pada tanggal 11 Juli 1804, dan saling menyerang dengan pistol secara serempak. Tembakan Burr mengenai Hamilton, sedangkan Hamilton menembak ke udara. Terdapat spekulasi bahwa dia bertempur dengan sengaja tidak menembak Burr, walaupun ada pemikiran bahwa tembakannya meleset ketika dia diserang peluru Burr [ref]. Hamilton meninggal dunia di kemudian hari.

6. Evolusi Duel (duel5.htm)

Berduel sangat berhubungan dengan joust (pertempuran di atas kuda) kompetisi di abad pertengahan. Perkembangan undang-undang duel dapat direlasikan dengan undang-undang kehormatan Chivalric yang dipraktekkan oleh para kesatria bangsawan. Joust pada dasarnya merupakan sebuah duel di pungggung kuda. Aturan-aturan formal yang dibutuhkan adalah bahwa para kompetitor joust terlahir sebagai bangsawan. Ketika kedua kesatria saling berdekatan di awal kompetisi, tatacara yang dibutuhkan adalah bahwa mereka mendapatkan visor-visor topi bajanya, saling memberikan identitasnya. Ini membantu keyakinan bahwa hanya orang bangsawan yang sedang berpartisipasi dalam pertandingan itu. Gesture ini bertahan hingga saat ini—hal ini berkembang dengan cepat ke dalam penghormatan dalam kemiliteran.

Para Kesatria Sedang Bertempur di Atas Kuda

Pengenalan senjata api ke pertempuran Eropa pada akhirnya mengarah pada pemusnahan kesatria berlapis baja yang sangat kuat, sejak itu tidak ada baju baja yang benar-benar anti           peluru. Sejak pedang-pedang raksasa tidak begitu dibutuhkan untuk menembus baju berlapis baja, ini mengarah pada perkembangan lighter swords yang dapat dimanfaatkan dengan kemahiran.

Sebagaimana peperangan dengan pedang bergeser ke lighter (tongkang), lebih banyak lagi senjata-senjata yang berorientasi skill, sehingga banyak peduel mulai mempraktekkan seni itu untuk olah raga daripada mempertahankan kehormatan. Ia menjadi sebuah kontes, bukan kematian, tapi untuk sejumlah poin tertentu. Luka-luka masih biasa, bahkan setelah orang Italia mulai meletakkan sebuah tombol pada ujung pedang mereka, tapi kematian terhindari secara dramatis. Seni bermain pedang dipraktekkan sebagai olah raga fencing.

Bersenjata Ganda

Ketika pistol-pistol pertama kali diperkenalkan, sedikit peduel ingin menggunakannya tanpa senjata cadangan. Mereka tidak dapat diandalkan, sehingga seringkali peduel akan berada pada peperangan dengan pistol di pahanya dan pedang yang hanya disimpan di bagian tubuh lainnya.

Sebagaimana senapan yang telah menjadi senjata-senjata lebih umum di Eropa, ini mempengaruhi perubahan-perubahan besar lainnya dalam berduel—sekarang, siapapun bisa berduel. Membeli pistol jauh lebih murah daripada membeli pedang. Biaya pelatihan dengan fencing master Itali tidak harus berpartisipasi dalam pistol duel. Hal ini telah mendemokratisasi duel. Tidak lama lagi, sesuatu dilakukan hanya oleh para baron dan pangeran. Duel sampai dengan terfilter di seluruh masyarakat.

Di Amerika Serikat, para dokter, editor surat kabar, politisi dan pengacara berduel satu sama lain. Kerusakan “kelas duel” itu sangat besar—Amerika tidak memiliki raja-raja dan adipati-adipati. Duel menjadi sangat populer di seluruh Amerika Serikat dan Eropa hingga abad ke 20.

Pahlawan Penghapusan Perbudakan

Tahun 1859, politik dalam perencanaan negara California secara tajam dibagi dua yaitu kaum pro-perbudakan dan anti perbudakan. Pengacara dan Pengadilan Tertinggi menjatuhkan hukuman kepada David Terry, seorang Texan, yang menentang penghapusan. David Broderick adalah pemimpin kelompok Demokrat yang memisahkan diri dari anti-perbudakan yang dikenal sebagai Free Soil Party. Broderick mendeklarasikan bahwa Terry bukan orang jujur dan menyebutnya orang sial, dan Terry sebelumnya telah berpidato menentang Broderick. Beberapa surat ditulis kembali dan berlanjut hingga Broderick menolak untuk meminta maaf dan Terry mengumumkan tantangannya: “Pembelajaran ini untuk pihak anda yang meninggalkanku, tidak ada alternatif selain meminta kepuasan seperti halnya terjadi di antara orang-orang jantan, itulah yang aku lakukan” [ref].

Setelah suatu kebingungan mengenai tatacara sebelum pertempuran, kedua lelaki itu berada pada waktu yang sama. Terry lebih cepat, memukul dada Broderick. Dia meninggal setelah beberapa hari kemudian.

Sejarawan berpikir kematian Broderick dapat menciptakan banyak simpati untuk pergerakan anti perbudakan. Momentum itu beralih ke California, dengan semua kekayaannya membiayai bala tentara, untuk memasuki Civil War (Perang Sipil) pada Union side.

6. Kepunahan Duel (duel6.htm)

Duel tidak punah karena penentangan dalam praktrek. Faktanya, ada pelarangan terhadap duel pada abad-abad ke belakang. Para pemimpin Kristen tidak menyukai duel karena benar-benar melanggar firman Tuhan. Mereka juga menentangnya karena “siksaan legal” duel menghilangkan kekuatan pengurus gereja yang lebih suka mengkritik kasus semacam itu. Penentangan gereja terhadap duel berlanjut dari abad pertengahan hingga akhirnya duel itu punah. Para raja dan pemimpin militer menentang duel berkali-kali karena mengorbankan kelas-kelas bangsawan sehingga banyak pemuda yang dapat menyuruh orang lain mengisi kedudukan perwira di kemiliteran.

Pada tahun 1800, para politisi, hakim dan penulis sangat lantang dalam keinginannya untuk melihat duel dilarang. Mark Twain menentang duel (Holland, hlm. 214), dan George Washington dan Benjamin Franklin memandang duel itu sebagai penyia-nyiaan hidup manusia [ref]. Banyak negara melalui hukum-hukum menentang duel, tapi selama bertahun-tahun tindakan melukai ditolak pada siapapun untuk menentukan pihak yang bersalah secara kriminal.

Yang paling menyebabkan kepunahan duel adalah berkaitan dengan sejumlah faktor kultural yang kompleks. Ia bertahan selama berabad-abad sebagai sesuatu yang dilakukan oleh para laki-laki bangsawan untuk menjaga diri mereka agar berbeda dari kelas-kelas bawah. Setelah duel menyebar ke setiap strata sosial, ia tidak berjalan sebagaimana aturan-aturan yang telah ditetapkan pendahulunya. Pada poin ini, ciri destruktif duel mulai berdampak pada opini publik. Juga, banyak sejarawan berspekulasi bahwa peperangan besar abad 19 dan 20 mengarahkan manusia pada kehormatan-kehormatan peperangan, sementara itu, secara simultan mengikis habis peluang besar bagi generasi muda. Civil War (Perang Sipil) di Amerika Serikat dan Perang Dunia I di Eropa menandai titik-titik dasar di mana duel sudah mulai mengalami kemunduran dalam kebudayaan masing-masing.

Saat ini, duel masih ada, tapi sudah mengurangi bentuk-bentuk penumpahan darah. Dalam pandangan yang paling sehat, kontes satu lawan satu seperti tinju dan gulat menangkap semangat duel, sedangkan fencing sebagai sebuah olah raga langsung memisahkan diri dari duel. Hampir semua pertikaian head-to-head yang dipandu dengan aturan-aturan etika yang sangat spesifik bisa dianggap duel jaman modern dan dapat dipertunjukkan di manapun—pada poker table, corporate boardroom, tennis court atau video games.

Untuk informasi selanjutnya tentang duel dan topik terkait, silahkan klik link pada next page.

Sumber: http://people.howstuffworks.com/duel.htm

11 responses to “BAGAIMANA DUEL BERJALAN

  1. Hello Webmaster, I noticed that https://komarudintasdik.wordpress.com/2011/10/10/bagaimana-duel-berjalan/ is ranking pretty low for some keywords, this may be due to the new Google Panda update, or it could be due to a variety of other factors. I’m sure you already know about On-page SEO, where Google cares highly about proper formatting of various H1/H2/H3 tags, having your main keyword appear in the beginning of your post and having your post end with the keyword, along with having keyword related alt tags and very relevant LSI. However, you do not seem to have the proper Keywords or relevant Keywords in your posts and in the website. Right now you need a tool or plugin that will allow you to check on Keyword insights, search trends and check for backlink analysis and to find out your Keyword competition. To find a Keyword Plugin that combines both Keyword Research and has the ability as a Rank Checker is what WordPress Seo Keyword, please check out our 5 minute video.

  2. NCJGSIYHFW cheap ghd IHPEBIMWLI [url=http://www.arset.org]cheap ghd[/url] RWOTLZYNHR http://www.arset.org

  3. You have mentioned very interesting details ! ps nice web site . “O human race born to fly upward, wherefore at a little wind dost thou fall.” by Dante Alighieri.

  4. I like this web site very much, Its a really nice office to read and obtain information. “Famous remarks are very seldom quoted correctly.” by Simeon Strunsky.

  5. Very interesting topic , thanks for putting up. “I do not pretend to know where many ignorant men are sure-that is all that agnosticism means.” by Clarence Darrow.

  6. I haven’t checked in here for some time since I thought it was getting boring, but the last several posts are good quality so I guess I will add you back to my everyday bloglist. You deserve it my friend🙂

  7. I’ve been surfing on-line greater than 3 hours nowadays, yet I never discovered any attention-grabbing article like yours. It’s pretty worth enough for me. Personally, if all website owners and bloggers made good content material as you did, the net shall be much more helpful than ever before. “I finally realized that being grateful to my body was key to giving more love to myself.” by Oprah Winfrey.

  8. Simply wanna remark on few general things, The website pattern is perfect, the content is rattling great : D.

  9. Very interesting subject, regards for putting up.

  10. I do agree with all the ideas you have introduced for your post. They’re really convincing and will definitely work. Still, the posts are very short for starters. May you please extend them a little from next time? Thanks for the post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s