Pengertian Normalisasi

PENGERTIAN NORMALISASI

  1. Suatu teknik untuk mengorganisasi data ke tabel-tabel untuk memenuhi kebutuhan pemakai di dalam suatu organisasi.

(Sumber: Ida Ayu Y. Primashanti. Catatan Kuliah Analisis dan Perancangan Sistem)

  1. Normalisasiadalah proses pembentukan struktur basis data sehingga sebagian besar ambiguity bisa dihilangkan.

(Sumber: Internet)

  1. a) Suatu teknik untuk mengorganisasi data ke tabel-tabel untuk memenuhi kebutuhan pemakai di dalam suatu organisasi.

b) Proses pengelompokan elemen data menjadi tabel yang menunjukkan entity sekaligus relasinya.

(Sumber: Anggit Dwi Hartanto. Normalisasi. STMIK AMIKOM Yogyarkarta)

  1. a) Istilah Normalisasi berasal dari E. F. Codd, salah seorang perintis teknologi basis data. selain dipakai sebagai metodologi tersendiri untuk menciptakan struktur tabel (relasi) dalam basis data (dengan tujuan utnuk mengurangi kemubaziran data) , normalisasi terkadang hanya diipakai sebagai perangkat verifikasi terhadap tabel-tabel yang dihasilkan oleh metodologi lain (misalnya E-R). Normalisasi memberikan panduan yang sangat membantu bagi pengembang untuk mencegah penciptaan struktur tabel yang kurang fleksibel atau mengurangi keflekxibelan.

b) Kroenke mendefinisikan normalisasi sebagai proses untuk mengubah suatu relasi yang memiliki masalah tertentu ke dalam dua buah relasi atau lebih yang tidak memiliki masalah tersebut. Masalah yang dimaksud oleh Kroenke ini sering disebut dengan istilah anomali.

c) Normalisasi merupakan sebuah teknik dalam logical desain sebuah basis data / database, teknik pengelompokkan atribut dari suatu relasi sehingga membentuk struktur relasi yang baik (tanpa redudansi).

 

d) Normalisasi adalah suatu proses memperbaiki / membangun dengan model data relasional, dan secara umum lebih tepat dikoneksikan dengan model data logika.

(Sumber: Ovi Dyantina. Teknik Normalisasi Dalam Perancangan Basis Data Relasional.Universitas Sriwijaya Palembang)

  1. a) Menurut E.F. Codd:

– Normalisasi dipakai untuk membuat struktur tabel (relasi) dalam basis data mengurangi kemubaziran data.

– Kadang dipakai sebagai perangkat verifikasi terhadap tabel-tabel yang dihasilkan metodologi lain.

– Memberikan panduan yang sangat membantu bagi pengembang untuk mencegah penciptaan struktur tabel yang kurang atau mengurangi ketidak-efisienan.

b) Menurut Kroenke:

Sebagai proses untuk mengubah suatu relasi yang memiliki masalah tertentu ke dalam dua buah relasi atau lebih yang tidak memiliki masalah tersebut anomali: Proses pada basis data yang memberikan efek samping yang tidak diharapkan.

(Sumber: Taufiqurrahman. 2010. Teknik Normalisasi Dalam Basis Data Relasional. Universitas Sriwijaya)

  1. Bersambung….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s