Bab 7 Pendekatan Beorientasi Objek untuk Kebutuhan Sistem

Bab 7 Pendekatan Beorientasi Objek untuk Kebutuhan Sistem

Diterjemahkan oleh: Komarudin Tasdik

https://komarudintasdik.wordpress.com

Slide 1: Judul

Slide 2: Tujuan Pembelajaran

v Mengembangkan use case diagrams

v Menulis use case dan deskripsi scenario

v Mengembangkan activity diagrams dan system sequence diagrams

v Mengembangkan state machine diagrams untuk memodelkan object behavior

v Menjelaskan bagaimana UML diagram bekerja sama menentukan kebutuhan fungsional untuk pendekatan berorientasi objek lain

 

Slide 3: Gambaran Umum

v Tujuan penentuan kebutuhan adalah memahami kebutuhan pengguna, proses bisnis, dan sistem untuk mendukung proses bisnis

v Memahami dan menentukan kebutuhan untuk sistem baru menggunakan model dan teknik analisis berorientasi objek

v Line di antara analisi berorientasi objek dan desain berorientasi objek agak fuzzy)

  • Pendekatan iteratif untuk pengembangan
  • Model yang dibangun dalam analisis diperhalus selama desain

 

Slide 4: Kebutuhan Berorientasi Objek

v Notasi pemodelan berorientasi objek adalah Unified Modeling Language (UML 2.0)

v UML diterima oleh Object Management Group (OMG) sebagai teknik pemodelan standar

v Tujuan Object Management Group

  • Mengembangkan teori dan praktek teknologi berorientasi objek untuk pengembangan sistem terdistribusi
  • Menyediakan framework arsitektur biasa untuk OO

 

Slide 5: Kebutuhan Berorientasi Objek (lanjutan)

v Kebutuhan sistem berorientasi objek ditetapkan dan didokumentasikan melalui proses pembangunan model-model

v Proses pemodelan mulai dengan identifikasi use case dan problem domain

v Business events menggerakkan elementary business processes (EBP) yang sistem baru harus jelas seperti use cases

v Use cases menentukan kebutuhan fungsional

 

Slide 6: Model Kebutuhan Berorientasi Objek

v Use case diagrams – mengidentifikasi actors dan use cases-nya (tujuan)

v Use case descriptions – mencakup detil use case dan bagaimana actors menggunakan sistem

v Systems sequence diagrams (SSDs) – menentukan input dan output serta susunan interaksi antara pengguna dan sistem untuk use case

v Activity diagrams – mendeskripsikan pengguna dan aktivitas sistem untuk use case

v State machine diagrams – mendeskripsikan keberadaan tiap objek

 

Slide 7: Requirements Models—Traditional versus OO

Lihat slide aslinya

 

Slide 8: Aktivitas Sistem—Use Case/Scenario View

v Analisis use case digunakan untuk mengidentifikasi dan mendefinisikan semua proses bisnis yang sistem harus dukung

v Use case—suatu aktivitas yang sistem selesaikan, biasanya merespon permintaan pengguna

v Actor

  • Peran yang dimainkan oleh pengguna
  • Di luar batasan otomatisasi

 

Slide 9: Teknik untuk Mengidentifikasi Use Cases

v Mengidentifikasi tujuan-tujuan pengguna

  • Tiap tujuan pada level elementary business process (EBP) merupakan sebuah use case
  • EBP—tugas yang dikerjakan oleh seorang pengguna dalam satu tempat dan untuk merespon business event yang menambah nilai bisnis yang terukur, dan meninggalkan sistem dan data dalam keadaan yang konsisten

v Teknik dekomposisi event (event table)

v Teknik analisis CRUD (membuat, membaca/melaporkan, mengupdate, menghapus) untuk menjamin pemberitaan

 

Slide 10: Use Case Diagram

v UML diagram grafis yang meringkas informasi tentang actors dan use cases

v Diagram sederhana menampilkan gambaran umum tentang kebutuhan fungsional

v Can have multiple use case diagrams

v Bisakah memiliki berbagai use case diagrams

  • dengan subsistem
  • oleh actor

 

Slide 11: Simple Use Case with an Actor

Lihat slide aslinya

 

Slide 12: Use Case Diagram with Automation Boundary and Alternate Actor Notation

Lihat slide aslinya

 

 

Slide 13: All Use Cases Involving Customer as Actor

Lihat slide aslinya

 

Slide 14: Use Cases of RMO Order Entry Subsystem

Lihat slide aslinya

 

Slide 15: <<Includes>> Relationship

v Mendokumentasikan situasi di mana use case membutuhkan layanan-layanan sub rutin biasa

v Use case lainnya dikembangkan untuk sub rutin biasa ini

v Use case biasa dapat digunakan kembali oleh berbagai use cases

 

Slide 16: Example of Order-Entry Subsystem with <<Includes>> Use Cases

Lihat slide aslinya

 

Slide 17: Analisis CRUD untuk mengidentifikasi/mengkonfirmasi use cases

v CRDU—membuat, membaca/melaporkan, mengupdate, menghapus

v Teknik Information Engineering (IE) untuk mengidentifikasi event table atau secara langsung mengembangkan use case diagram

v Perbandingan yang diidetifikasi use cases dengan domain model class diagram

v Setiap kelas dalam class diagram harus memiliki use cases untuk mendukung pembuatan, pembacaan, pelaporan, peng-update-an, dan penghapusan objek yang ada

v Mengkonfirmasi kebutuhan integrasi sistem

 

Slide 18: Deskripsi Use Case

v Deskripsi use case menyajikan detil pre kondisi, dan post kondisi, urutan aktivitas, dan kondisi eksepsi dalam use case

v Mendeskripsikan actor yang berinteraksi dengan sistem komputer selangkah demi selangkah untuk menyelesaikan aktivitas bisnis

v Mungkinkah memiliki beberapa scenario untuk sebuah use case, masing-masing contoh uses case khusus

v Tiga level detil: deskripsi yang dikembangkan dengan singkat, menengah, dan penuh

v Banyak analis lebih suka menulis deskripsi naratif use case daripada menggambar acitivity diagrams

 

Slide 19: Deskripsi Singkat Use Case Pembuatan Pesanan Baru

Membuat deskripsi pesanan baru

v Ketika pelanggan menelpon untuk memesan, order clerk dan sistem memverifikasi informasi pelanggan, membuat pesanan baru, menambahkan produk pada pesanan, memverifikasi pembayaran, membuat transaksi pemesanan, dan mefinalisasi pemesanan

 

Slide 20: Deskripsi Menengah Skenario Pemesanan via Telpon untuk Membuat Use Case Pemesanan Baru

Aliran aktvitas untuk scenario Order Clerk pembuatan pemesanan telpon

v Aliran Utama:

  1. Pelanggan menelpon RMO dan mendapati order clerk
  2. Order clerk memverifikasi informasi pelanggan. Jika pelanggan baru, melibatkan use case pemeliharaan informasi account pelanggan untuk menambah pelanggan baru
  3. Clerk menginisiasi pembuatan pemesanan baru
  4. Pelanggan meminta sebuah produk ditambahkan ke dalam pesanannya
  5. Clerk memverifkasi produk dan menambahkannya pada pesanan
  6. Mengulangi langkah 4 dan 5 hingga semua produk ditambahkan ke dalam pesanan
  7. Pelanggan menunjukkan akhir pemesanan; clerk memberikan tanda akhir pemesanan; sistem menghitung total
  8. Pelanggan menyerahkan pembayaran; clerk memasukan jumlahnya; sistem memverifikasi pembayaran
  9. Sistem memfinalisasi pemesanan

 

v Kondisi Eksepsi

  1. Jika sebuah produk tidak ada di stok, kemudian pelanggan dapat
    1. memilih tidak membeli produk, atau
    2. meminta produk ditambahkan sebagai produk back-order
  2. Jika pembayaran pelanggan ditolak karena verifikasi bad-credit, kemudian
    1. Pemesanan dibatalkan, atau
    2. Pemesanan ditunda hingga check diterima

 

Slide 21: Deskripsi Menengah Skenario Pemesan via Web untuk Membuat Pemesanan Baru

Aliran aktivitas untuk skenario Pelanggan membuat pemesanan via web

v Alira Utama

  1. Pelanggan mengunjungi RMO home page dan kemudian mengakses link ke halaman pemesanan
  2. Jika ini pelanggan baru, pelanggan mengakses link ke halaman account pelanggan dan menambahkan informasi yang benar untuk membuat account pelanggan

2.a Jika pelanggan sudah menjadi anggota, pelanggan melakukan log on

  1. Sistem memulai pemesanan baru dan menampilkan frame catalog
  2. Pelanggan mencari katalog
  3. Ketika pelanggan menemukan produk yang tepat, dia memintanya dimasukkan ke pesanan, sistem menambahkannya ke shopping cart
  4. Pelanggan mengulangi langkah 4 dan 5
  5. Pelanggan meminta untuk mengakhiri pemesanan, sistem menampilkan rekapitulasi produk yang dipesan
  6. Pelanggan membuat beberapa perubahan
  7. Pelanggan meminta layar pembayaran; sistem menampilkan layar pembayaran

9.a Pelanggan memasukkan informasi pembayaran; sistem menampilkan informasi singkat dan mengirimkan e-mail konfirmasi

10.  Sistem memfinalisasi pemesanan

v Kondisi Eksepsi:

  1. Jika pelanggan yang ada lupa password, kemudian
    1. Pelanggan dapat mengikuti proses pengingat password yang lupa, atau
    2. Pelanggan dapat membuat account pelanggan baru
  2. Jika pembayaran pelanggan ditolak karena verifikasi bad-credit, kemudian
    1. Pelanggan dapat membatalkan pemesanan, atau
    2. Pesanan ditangguhkan hingga check diterima

 

Slide 22: Deskripsi yang Dikembangkan Penuh dari Skenario Pemesanan Melalui Telpon untuk Pembuatan Use Case Pemesanan Baru

Nama Use Case Membuat pemesanan baru
Skenario Membuat pemesanan baru via telpon
Triggering Event Pelanggan menelpon RMO untuk memperoleh barang dari katalog
Deskripsi Singkat Ketika pelanggan menelpon untuk memesan, order clerk dan sistem memverifikasi informasi pelanggan, membuat pemesanan baru, menambahkan produk ke pemesanan, memverifikasi pembayaran, membuat trannsaksi pemesanan, and memfinalisasi pemesanan
Actors Menelpon sales clerk
Related Use Cases: Mencakup: Mengecek keberadaan produk
Stakeholders Departemen penjualan: menyajikan definisi primer

Departemen Pendistribusian: memverifikasi konten informasi cukup untuk pemenuhan pesanan

Departemen Pemasaran: mengumpulkan statistik pelanggan untuk kajian pola pembayaran

     
Pre Kondisi Pelanggan harus exist

Katalog, produk, katalog, barang inventori harus exist untuk barang yang diminta

Post Kondisi Order dan order line items harus dibuat

Transaksi pemesanan harus dibuat untuk pembayaran pesanan

Inventory harus memiliki kuantitas yang diupdate

Pesanan harus disesuaikan dengan pelanggan

Aliran Aktivitas: Actor Sistem
 
  1. Sales clerk menjawab telpon dan menghubungi pelanggan
  2. Clerk memverifikasi informasi pelanggan
  3. Clerk menginisiasi pembuatan pemesanan baru
  4. Pelanggan meminta suatu produk untuk ditambahkan ke pemesanan
  5. Clerk memverifikasi produk (mengecek use case keberadaan produk)
  6. Clerk menambahkan produk ke dalam pemesanan
  7. Ulangi langkah 4, 5, dan 6 hingga semua produk ditambahkan ke pemesanan
  8. Pelanggan menunjukkan tanda akhir pemesanan; clerk memasukkan tanda akhir pemesanan
  9. Pelanggan menyerahkan pembayaran, clerk memasukkan jumlah pembayaran
 

 

 

 

3.1 Membuat pemesanan baru

 

 

 

5.1 Menampilkan informasi barang

 

6.1 Menambahkan item pemesana

 

 

 

8.1 Melengkapi pemesanan

8.2 Menghitung total

 

9.1 Memverifikasi pembayaran

9.2 Membuat transaksi pemesanan

9.3 Memfinalisasi pemesanan

Kondisi Eksepsi: 2.1  Jika pelanggan tidak ada, kemudian clerk menghentikan sebentar use case ini dan melibatkan use case pemeliharaan informasi pelanggan

2.2  Jika pelanggan memiliki credit hold, kemudian clerk mentransfer pelanggan ke representasi pelayanan pelanggan

4.1  Jika produk tidak ada dalam stok, kemudian pelanggan dapat

  1. memilih tidak memilih barang, atau
  2. meminta produk ditambahkan sebagai back-ordered item

9.1  Jika pembayaran pelanggan ditolak karena bad-credit verification, kemudian

  1. Pemesanan ditolak, atau
  2. Pemesanan ditunda hingga check diterima

 

     

 

Slide 22: Top Detail dari Deskripsi Use Case yang Dikembangkan secara Penuh

Nama Use Case Membuat pemesanan baru
Skenario Membuat pemesanan via telpon
Triggering Event Pelanggan menelpon RMO untuk memperoleh barang dari katalog
Deskripsi Singkat Ketika konsumen menelpon untuk memesan, order clerk dan sistem memverifikasi informasi pelanggan, membuat pemesanan baru, menambahkan produk ke pemesanan, memverifikasi pembayaran, membuat transaksi pembayaran, dan memfinalisasi pemesanan
Actors Menelpon sales clerk
Related Use Case Mencakup: mengecek keberadaan produk
Stakeholders Sales department: menyediakan definisi primer

Shipping department: memverifikasi konten informasi yang sesuai untuk pemenuhan pemesanan

Marketing department: mengumpulkan statistic pelanggan untuk kajian pola pembelian

Preconditions Pelanggan harus exist

Catalog, produk dan inventory items harus exist untuk produk yang  dibutuhkan

Postconditions Order dan order line items harus dibuat

Transaksi pemesanan harus dibuat untuk pembayaran pesanan

Inventory items harus memiliki kuantitas yang diupdate

Pesanan harus sesuai denga pelanggan

   

 

Slide 24: Middle Detail from Fully Developed Use Case Description

Aliran Aktivitas: Actor Sistem
 
  1. Sales clerk menjawab telephone dan menghubungi pelanggan
  2. Clerk memverifikasi informasi pelanggan
  3. Clerk menginisiasi pembuatan pemesanan baru
  4. Pelanggan meminta sebuah produk untuk ditambahkan ke pesanan
  5. Clerk memverifikasi produk (use case pengecekan keberadaan produk)
  6. Clerk menambahkan produk ke pesanan
  7. Ulangi langkah 4, 5, dan 6 hingga semua produk ditambahkan ke pemesanan
  8. Pelanggan memberikan tanda mengakhiri pemesanan, clerk memasukkan tanda akhir pemesanan
  9. Pelanggan menyerahkan pembayaran; clerk memasukkan total pembayarans
 

 

 

 

 

3.1 membuat pemesanan baru

 

 

 

5.1 Menampilkan informasi produk

 

6.1 Menambah pesanan baru

 

 

 

8.1 Melengkapi pemesanan

8.2 Menghitung total

 

9.1 Memverifikasi pembayaran

9.2 Membuat transaksi pemesanan

9.3 Memfinalisasi pemesanan

 

Slide 25: Bottom Detail from Fully Developed Use Case Description

Kondisi Eksepsi 2.1  Jika pelanggan tidak ada, kemudian clerk menunda sebentar use case ini dan melibatkan use case pemeliharaan informasi pelanggan

2.2  Jika pelanggan memiliki credit hold, kemudian clerk mentranfer pelanggan ke representasi layanan pelanggan

4.1 Jika sebuah produk tidak ada di stok, kemudian pelanggan dapat

a. memilih tidak membeli barang, atau

b. meminta barang ditambahkan sebagai back-ordered item

9.1 Jika pembayaran pemesanan ditolak karena bad-credit verification, kemudian

a. pemesanan dibatalkan, atau

b. pemesanan ditunda hingga check diterima

 

 

 

Slide 26: Komponen Deskripsi Use Case

v Nama use case/nama skenario

v Actors/stakeholders

v Related use cases

v Preconditions – sekumpulan kriteria yang harus benar sebelum inisiasi use case

v Postconditions – sekumpulan kriteria yang harus benar setelah penyelesaian use case

v Aliran aktivitas (langkah-langkah dalam satu atau dua kolom)

v Kondisi eksepsi

 

Slide 27: Activity Diagram

v Digunakan untuk mendokumentasikan workflow aktivitas proses bisnis untuk tiap use case atau skenario

v UML 2.0 diagram standar sebagaimana yang ada Bab 4

v Dapat mendukung beberapa level deskripsi use case; tambahan untuk deskripsi use case

v Berguna dalam mengembangkan system sequence diagrams

 

Slide 28: Activity Diagram— Telephone Order Scenario

Lihat slide aslinya

 

 

Slide 29: Activity Diagram— Web Order Scenario

Lihat slide aslinya

 

hanca

Slide 30: Mengidentifikasi Input dan Output –System Sequence Diagram

v System sequence diagram (SSD) is type of UML 2.0 interaction diagram

v Used to model input and output messaging requirements for a use case or scenario

v Shows actor interacting with system

v Shows sequence of interactions as messages during flow of activities

v System is shown as one object: a “black box”

v

 

 

v

***

Original Title: Systems Analysis and Design in a Changing World, Fourth Edition

Chapter 7 The Object-Oriented Approach to Requirements

Source: Materi Mata Kuliah S2 Ilmu Komputer Institut Pertanian Bogor (IPB) 2010/2011

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s