PERPUSTAKAAN CISEWU

PERPUSTAKAAN CISEWU

Oleh: Komarudin Tasdik

https://komarudintasdik.wordpress.com

Dalam buku the Lianggie dinyatakan bahwa “Jantung universitas adalah perpustakaan”. Indah kiranya apabila saya tambahkan “Jantung Cisewu adalah perpustakaan”. Ciri khas kemajuan peradaban suatu bangsa adalah seberapa jauh bangsa tersebut banyak menaruh perhatian dan kecintaannya terhadap ‘budaya baca’. Sehingga tidak berlebihan, jika dikatakan bahwa tidak mungkin Cisewu maju kalau masyarakatnya belum suka membaca, jauh kemungkinan masyarakat Cisewu dikategorikan rajin membaca selama tempat untuk membaca belum tersedia.

Tempat membaca tidak identik dengan bangunan yang megah sebagaimana sering dijumpai di kampus-kampus besar, tapi di mana pun tempatnya, apa pun bentuk tempatnya, selama tempat itu digunakan untuk membaca itu tidak masalah. Dan tempat membaca inilah yang dikatakan perpustakaan, termasuk rumah, sungai, sawah, ladang, hutan, dan tempat-tempat ‘kesayangan’ lainnya. Ini sesuai dengan pengertian perpustakaan sendiri, yakni “kumpulan dari buku-buku”. Lebih tegasnya, andaikan kamar mandi masih bisa digunakan untuk membaca itu lebih baik, daripada menunggu bangunan megah yang berisikan buku-buku berjilid-jilid setebal ‘pintu’, tapi tidak pernah digunakan untuk membaca. Perpustakaan lebih tepat berada di jiwa, bukan di bangunan-bangunan megah laksana bangunan pencakar langit di era modern kini.

Perpustakaan itu kumpulan buku. Semakin banyak bukunya, maka semakin lengkaplah perpustakaan itu. Dan semakin lengkap sebuah perpustakaan berarti semakin terbuka kesempatan untuk membaca bagi siapa saja yang ingin membaca berbagai literatur. Ini mengundang segolongan orang yang masih kosong kantong saku untuk mengerutkan dahinya sambil bergumam: “Jangankan beli buku, beli beras aja susah. Jangankan waktu untuk membaca, waktu cari makan saja sudah sempit”. Gumaman ini tidak perlu dijawab dengan lisan, tapi mari jawab bersama-sama oleh siapa saja yang masih berkesempatan untuk menepis gumaman itu, agar selanjutnya dapat membantu saudara-saudara kita yang masih sering bergumam seperti tadi. Bukan salah mereka, tapi memang inilah romantika kehidupan agar kita dapat saling membantu dan saling berbagi menuju kesuksesan bersama.

Mungkinkah Perpustakaan Cisewu Berjaya? Berlapang dada, semangat kebersamaan, tidak primitif, tidak etnisentrik, kalau meminjam istilah Pancasila: mengutamakan kepentingan umum di atas kepentingan pribadi merupakan langkah-langkah untuk menjawab: “Ya, Perpustakaan Cisewu akan Berjaya”. Coba bayangkan betapa banyak masyarakat Cisewu yang mempunyai buku bekas, baik itu catatan sekolah, maupun buku paket, baik yang berprofesi guru, maupun orang-orang yang sudah pensiun dari “status murid sekolah formal”. Mereka semua merupakan aset untuk membangun Perpustakaan Cisewu.

Menunggu aset di atas memang menggiurkan, tapi membutuhkan waktu dan perjuangan. Yang sudah ada saja, setiap sekolah khususnya sekolah SLTP dan SLTA pasti memiliki ruang baca. Andaikan ada semangat dari para pengelola perpustakaan untuk berbagi hak baca dengan cara saling mempromosikan diri ke sekolah-sekolah tetangga, tentunya akan menambah koleksi bahan baca untuk para siswa. Misalnya: pengelola MAN Cisewu promosi ke MTsN Cisewu, SMAN 1 Cisewu, SMPN 1 Cisewu dan SMK Cisewu, begitu sebaliknya. Maka promosi yang penuh semangat kerja sama ini akan memperkaya Perpustakaan Cisewu, sehingga suatu saat bisa juga memberikan hak akses kepada masyarakat umum yang memiliki minat membaca, tapi belum mampu mengikuti sekolah formal.

Bagaimana pengelolaan dan sosialisainya (promosi)? Saya pikir, Cisewu saat ini memiliki aset yang sangat mahal harganya, yakni mahasiswa-mahasiswi Cisewu, baik yang berada di bawah payung Kementrian Agama maupun Kementrian Pendidikan, mereka semua dapat membantu sosialisasi perpustakaan Cisewu. Selain memberikan kepercayaan kepada para mahasiswa untuk mengembangkan kreativitasnya dalam membangun Cisewu, secara tidak langsung kegiatan ini memberikan kebiasaan positif kepada para mahasiswa untuk selalu setia mendampingi tumpukan buku-buku yang akan mengantarkan daya intelektualitasnya semakin berkembang dan maju dengan cepat dan akurat.

Keterlibatan para mahasiswa dalam pengembangan perpustakaan Cisewu, akan memberikan banyak solusi, di antaranya andaikan pustaka Cisewu masih terbatas, maka rangkuman-rangkuman atau kutipan-kutipan dari berbagai buku dapat dipublish melalui fasilitas internet, misalnya web blog dan situs jejaring sosial seperti facebook Cisewu Nu Urang. Sebagai langkah awal, mahasiswa dengan bantuan para dosennya dapat dimotivasi untuk menulis di Cisewu Nu Urang atau forum komunikasi dunia maya lainnya yang merupakan karya anak-anak Cisewu, tentunya harus melink dari satu situs ke situs lain. Sehingga perpustakaan Cisewu dapat dimulai dari perpustakaan dunia maya, yang insyaAllah ke depannya bisa terwujud ke dalam perpustakaan fisik. Modal utamanya: “Kacai jadi saleuwi, ka darat jadi salogak. Urang MAN teu kenging asa pang unggulna, urang SMAN ulah ngaraos asa pang saena. Lu lar murangkalih antara sakola, teu kenging ngajantenkeun kasalempang negatif, tapi hayu urang bimbing ku urang sarerea ka jalan manten-Na. Da gening, sadayana oge anak jeung incu urang, nu janten kawajiban urang pikeun ngatik ngadidikna. Lamun mah urang poho, komo mopohokeun aranjeuna, tangtos urang deui salaku kolot-kolotna nu bakal kenging dakwaan di akherat nu abot siksana. Singkat kata: Situs Cisewu Nu Urang mugi janten perpustakaan Cisewu, kanggo salajengna janten cikal bakal ngadegna perpustakaan fisik Cisewu”

Hapunten pisan, seratan ieu sanes bade mapagahan nu sanes. Ieu mah mung janten curhatan hate simkuring nu teu acan tiasa ngabantos rai-rai Cisewu nu salawasna dipikacinta, dipikadeudeuh tur dipikasono ku simkuring nu masih ngumbara di daerah sanes kanggo sawatara waktos sateuacan wangsul deui ka Cisewu. Mugi aya manfaatna! Salam kasono kanggo rai-rai nu karasep, gareulis, saroleh, tur solehah…..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s