HARUSKAH KEMAJUAN CISEWU MENUNGGU DARI JAKARTA

HARUSKAH KEMAJUAN CISEWU MENUNGGU DARI JAKARTA

Oleh: Komarudin Tasdik

https://komarudintasdik.wordpress.com

Jakarta memang markas pemerintahan Indonesia yang akan banyak berpengaruh banyak terhadap perkembangan daerah-daerah lainnya, termasuk Cisewu. Kalau Cisewu ingin menunggu belas kasihan dari Jakarta, memang itu sudah biasa adanya, tapi kapankah rizki jatuh gratis dari langit itu akan sampai ke Cisewu? Tiada seorang pun yang tahu, semuanya membisu, kelu dan kaku di sekujur tubuhku. Karena yang sudah jelas, Jakarta sendiri sedang dirundung kegelisahan dan kesedihan, hampir tiap musim hujan air mata Jakarta tak terbendung membanjiri jalan-jalan yang kian hari kian berada di bawah permukaan air laut.

Menunggu itu kadang-kadang menjadi saat yang indah, tapi sering juga juga menjadi saat-saat yang sangat membosankan dan mengikis kesabaran yang sudah lama tertanam dengan rapi. Indah menunggu kalau yang ditunggu datang sesuai harapan. Menunggu yang membosankan, kalau yang ditunggu tak kunjung datang. “Lieuk deui-lieuk deui nu datang lain manehna, torojol Cucu deui”, kamaqala Ki Darso”.

Bangsa China memberikan pelajaran besar kepada bangsa-bangsa di dunia, salah satunya untuk kita sebagai masyarakat Cisewu. Dengan semangat wirausaha membangun home industry di hampir semua rumah, mereka bisa membangun perekonomian China yang super hebat dan super kuat hingga menjadi nomor satu di dunia. Hal ini bisa menjadi contoh kepada kita bahwa andaikan Cisewu menunggu bantuan dan perhatian dari pemerintah baik pusat maupun kabupaten Garut, maka kita tidak tahu kapan uluran tangan itu sampai dengan tepat sasaran, meskipun memajukan Cisewu sudah menjadi kewajiban mereka. Akan tetapi, daripada menunggu yang belum pasti, Cisewu akan lebih cepat maju apabila daya kreativitas Cisewu yang mandiri ditaburkan benih-benihnya mulai saat ini. Bukankah sumber daya alam Cisewu sudah lebih cukup dari sekedar untuk makan? Bukankah sumber daya manusia Cisewu sudah lebih banyak yang hebat? Inilah saatnya bersinergi untuk membangun Cisewu.

Tentang sumber daya Cisewu, saya teringat syair dari Bapak Emka Sukmana salah sawios guru SDN Sukarasa yang mengajarkannya kepada kakakku ketika di bangku MAN Cisewu. Penggalan syairnya adalah sebagai berikut:

Cisewu kampungku yang permai

Alamnya indah dan damai

Ku buatkan syair untukmu

Ho..ho…ho..

Agar engkau senyum berseri

Ooh kampungku yang permai

(Kutipan tina dendang kisunda karya Bapak Emka Sukmana. Hapunten bilih aya nu lepat. He….he..)

Dengan melihat keelokan Cisewu, saya juga mendapat informasi tentang putera-puteri Cisewu yang mendapatkan kesempatan hidup lebih beruntung di bandingkan yang lainnya, baik dari segi pendidikan, maupun dari bidang ekonomi. Maka salah satu sebagai kunci, para tokoh Cisewu menerima mereka untuk datang dan dimotivasi dalam memajukan Cisewu bersama-sama. Mari tanamkan rasa sayang dan mengamanahkan kepada mereka, agar hatinya kapincut, kairut, kapelet hate tur kapentang asmara ku Cisewu. Jadikan hati mereka yang sudah jauh dari Cisewu, segera ingin pulang dengan karyanya masing-masing untuk membangun Cisewu. Biarkan anak-anak kita mendendangkan syair berikut:

Mapay jalan satapak (satapak mobil ayeuna mah), Ngajugjug ka Cisewu

Teu karaos capena, Sawab aya nu di teang

Hujan angin dordar gelap, Teu aya keur ngiuhan

Sanajan awak rancucut, Teu paduli kajeun teuing

(Kutipan tina acara Dendang Parahiangan acara TV-TV Bandung, mung hapunten hilap deui nu ngahaleuangkeunna, kitu oge komponisna. Punten oge sakedik dirubih kata-katana)

Setelah mendendangkan syair indah di atas, mari kita buat satu kebulatan tekad bahwa Cisewu dapat maju tanpa harus menunggu berlama-lama uluran tangan dari Jakarta. Biarkan perhatian Jakarta mengalir secara alamiah sesuai aturan birokratisnya, tapi Cisewu biarkan juga menjalankan kreativitasnya sesuai hukum-hukum Allah yang telah ditetapkan untuknya.

Pami rada teu nyambung bahasanna, hapunten! Diantos kritik sareng saranna. Haturnuhun.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s