Strategi Belajar Mengajar

STRATEGI BELAJAR MENGAJAR

(Rangkuman dari buku Strategi Belajar Mengajar karya Drs. Syaiful Bahri Djamarah dan Drs. Aswan Zain)

Tugas Mandiri

Disusun untuk memenuhi salah satu tugas

Mata Kuliah: Strategi Belajar Mengajar

Oleh:

Komarudin Tasdik

AKTA IV / GELOMBANG I

BIDANG KEPENDIDIKAN DAN PROFESI KEGURUAN

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN (FKIP)

UNIVERSITAS BALE BANDUNG (UNIBBA)

2010

Pokok Bahasan Mata Kuliah Strategi Balajar Mengajar:

1.      Pendahuluan

2.      Konsep Strategi Belajar Mengajar

3.      Hakikat Ciri dan Komponen Belajar Mengajar

4.      Berbagai Pendekatan dalam Belajar Mengajar

5.      Kedudukan Pemilihan dan Penentuan Metode dalam Pengajaran

6.      Keberhasilan Belajar Mengajar

7.      Penggunaan Media Sumber Belajar dalam Proses Belajar Mengajar

8.      Beberapa Teknik Mendapatkan Umpan Balik

9.      Pengembangan Variasi Mengajar

10.  Pengelolaan Kelas


Rangkuman:

Pendahuluan

Belajar mengajar adalah suatu kegiatan  yang bernilai edukatif. Sedangkan berkenaan dengan strategi belajar mengajar, Nana Sudjana mendefinisikannya sebagai tindakan guru dalam melaksanakan rencana mengajar, artinya usaha dalam menggunakan beberapa variabel pengajaran seperti tujuan, bahan, metode dan alat serta evaluasi, agar dapat mempengaruhi siswa mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Konsep Strategi Belajar Mengajar

Ada empat strategi dasar dalam belajar mengajar yang meliputi hal-hal berikut:

1.      Mengidentifikasi serta menetapkan spesifikasi dan kualifikasi perubahan tingkah laku dan kepribadian anak didik sebagaimana yang diharapkan.

2.      Memilih sistem pendekatan belajar mengajar berdasarkan aspirasi dan pandangan masyarakat.

3.      Memilih dan menetapkan prosedur, metode, dan teknik belajar mengajar yang dianggap paling tepat dan efektif sehingga dapat dijadikan pegangan oleh guru dalam menunaikan kegiatan mengajarnya.

4.      Menetapkan norma-norma dan batas minimal keberhasilan atau kriteria serta standar keberhasilan sehingga dapat dijadikan pedoman oleh guru dalam melakukan evaluasi hasil kegiatan  belajar mengajar yang selanjutnya akan dijadikan umpan balik buat penyempurnaan sistem instruksional yang bersangkutan secara keseluruhan.

Hakikat, Ciri dan Komponen Belajar Mengajar

Inti proses pengajaran adalah kegiatan belajar anak didik dalam mencapai suatu tujuan pengajaran. Belajar pada hakikatnya adalah “perubahan” yang terjadi di dalam diri seseorang setelah berakhirnya melakukan aktivitas belajar. Sementara mengajar pada hakikatnya adalah suatu proses, yaitu proses mengatur, mengorganisasi lingkungan yang ada di sekitar anak didik, sehingga dapat menumbuhkan dan mendorong anak didik melakukan proses belajar.

Adapun berkenaan dengan ciri belajar mengajar, Edi Suardi mengemukakannya sebagai berikut:

1.      Belajar mengajar memiliki tujuan, yakni untuk membentuk anak didik dalam suatu perkembangan tertentu.

2.      Ada suatu prosedur (jalannya interaksi) yang direncanakan, didesain untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

3.      Kegiatan belajar mengajar ditandai dengan satu penggarapan materi yang khusus.

4.      Ditandai dengan aktivitas anak didik

5.      Dalam kegiatan belajar mengajar, guru berperan sebagai pembimbing.

6.      Dalam kegiatan belajar mengajar membutuhkan disiplin.

7.      Ada batas waktu

8.      Evaluasi.

Selain memiliki ciri, belajar mengajar juga dibangun oleh beberapa komponen yang meliputi:

1.      Tujuan, yaitu suatu cita-cita yang ingin dicapai dari pelaksanaan suatu kegiatan.

2.      Bahan pelajaran, yaitu substansi yang akan disampaikan dalam proses belajar mengajar.

3.      Kegiatan belajar mengajar, yaitu inti kegiatan dalam pendidikan.

4.      Metode, yaitu suatu cara yang dipergunakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

5.      Alat, yaitu segala sesuatu yang dapat digunakan dalam rangka mencapai tujuan pengajaran.

6.      Sumber pelajaran, yaitu segala sesuatu yang dapat dipergunakan sebagai tempat di mana bahan pengajaran terdapat atau asal untuk belajar seseorang.

7.      Evaluasi, yaitu suatu tindakan atau suatu proses untuk menentukan nilai dari sesuatu (Wand dan Brown)

Berbagai Pendekatan dalam Belajar Mengajar

Ada beberapa pendekatan yang diajukan dalam pembicaraan ini dengan harapan dapat membantu guru dalam memecahkan berbagai masalah dalam kegiatan belajar mengajar, yaitu:

1.      Pendekatan Individual, misalnya untuk membantu mempermudah memecahkan persoalan kesulitan belajar anak didik.

2.      Pendekatan kelompok; yakni untuk mengembangkan sikap sosial anak didik .

3.      Pendekatan bervariasi, yakni pendekatan yang bertolak dari konsepsi bahwa permasalahan yang dihadapi oleh setiap anak didik dalam belajar bermacam-macam.

4.      Pendekatan edukatif, yakni setiap tindakan, sikap, dan perbuatan yang guru lakukan harus bernilai pendidikan, dengan tujuan untuk mendidik anak didik agar menghargai norma hukum, norma susila, norma sosial dan norma agama.

5.      Pendekatan pengalaman, misal: pemberian tugas untuk melaksanakan kegiatan di bulan Ramadhan seperti syaum, tarawih, kultum,dan tadarus.

6.      Pendekatan pembiasaan, misal: memberikan kesempatan kepada siswa untuk senantiasa mengamalkan ajaran agamanya.

7.      Pendekatan emosional, yakni suatu usaha untuk menggugah perasaan dan emosi siswa dalam meyakini, memahami, dan menghayati ajaran agamanya.

8.      Pendekatan rasional, yakni guru berusaha untuk memberikan peranan kepada akal (rasio) dalam memahami dan menerima kebenaran ajaran agama, termasuk mencoba memahami hikmah dan fungsi ajaran agama.

9.      Pendekatan fungsional, yakni bagaimana membuat anak dapat mendayagunakan nilai guna dari suatu ilmu untuk kepentingan hidupnya.

10.  Pendekatan keagamaan, yakni membantu guru untuk memperkecil kerdilnya jiwa agama di dalam diri siswa, yang pada akhirnya nilai-nilai agama tidak dicemoohkan dan dilecehkan, tetapi diyakini, dipahami, dihayati, dan diamalkan selama hayat siswa di kandung badan.

11.  Kebermaknaan, yakni pendekatan yang lebih memperhatikan ketepatan dalam penggunaan bahasa.

Kedudukan, Pemilihan dan Penentuan Metode dalam Pengajaran

Kedudukan metode mencakup: kedudukan metode sebagai alat motivasi ekstrinsik, strategi pengajaran, dan sebagai alat untuk mencapai tujuan. Sementara faktor-faktor yang harus diperhatikan ketika melakukan pemilihan dan penentuan metode adalah nilai strategi metode, efektivitas penggunaan metode, pentingnya pemilihan dan penentuan metode, dan faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan metode pengajaran (anak didik, tujuan, situasi, fasilitas, guru).

Adapun macam-macam metode mengajar mencakup:

1)      Metode Proyek; yaitu cara penyajian pelajaran yang bertitik tolak dari suatu masalah, kemudian dibahas dari berbagai segi yang berhubungan sehingga pemecahannya secara keseluruhan dan bermakna.

2)      Metode Eksperimen; yaitu cara penyajian pelajaran, di mana siswa melakukan percobaan dengan mengalami dan membuktikan sendiri sesuatu yang dipelajari.

3)      Metode Tugas dan Resitasi; yaitu metode penyajian bahan di mana guru memberikan tugas tertentu agar siswa melakukan kegiatan belajar.

4)      Metode Diskusi; yaitu cara penyajian pelajaran, di mana siswa-siswa dihadapkan kepada suatu masalah yang bisa berupa pernyataan atau pertanyaan yang bersifat problematis untuk dibahas dan dipecahkan bersama.

5)      Metode Sosiodrama; yaitu mendramatisasikan tingkah laku dalam hubungannya dengan masalah sosial.

6)      Metode Demonstrasi; cara penyajian bahan pelajaran dengan meragakan atau mempertunjukkan kepada siswa suatu proses, situasi, atau benda tertentu yang sedang dipelajari, baik sebenarnya atau tiruan, yang sering disertai dengan penjelasan lisan.

7)      Metode Problem Solving; yaitu menggunakan metode-metode lainnya yang dimulai dengan mencari data sampai kepada menarik kesimpulan.

8)      Metode Karya Wisata; yaitu mengajak siswa belajar keluar sekolah, untuk meninjau tempat tertentu atau objek yang lain.

9)      Metode Tanya Jawab; yaitu cara penyajian pelajaran dalam bentuk pertanyaan yang harus dijawab, terutama dari guru kepada siswa, tetapi dapat pula dari siswa kepada guru.

10)  Metode Latihan; yaitu suatu cara mengajar yang baik untuk menanamkan kebiasaan-kebiasaan tertentu.

11)  Metode Ceramah; yaitu cara penyajian pelajaran yang dilakukan guru dengan penuturan atau penjelasan lisan secara langsung terhadap siswa.

Keberhasilan Belajar Mengajar

Suatu proses belajar mengajar dinyatakan berhasil apabila Tujuan Instruksional Khusus (TIK) –nya dapat tercapai. Untuk mengetahui tercapai tidaknya TIK, guru perlu mengadakan tes formatif setiap selesai menyajikan satu bahasan kepada siswa.

Indikator keberhasilan dapat terlihat pada poin-poin berikut:

1)      Daya serap terhadap bahan pengajaran yang diajarkan mencapai prestasi tinggi, baik secara individual maupun kelompok.

2)      Perilaku yang digariskan dalam tujuan pengajaran/instruksional khusus (TIK) telah dicapai oleh siswa, baik secara individual maupun kelompok.

Penilaian keberhasilan dilakukan melalui tes prestasi belajar yang mencakup tes formatif (satu atau beberapa pokok bahasan), tes subsumatif (sejumlah pokok bahasan), tes sumatif (pokok-pokok bahasan dalam satu semester, satu atau dua tahun pelajaran).

Tingkat keberhasilan adalah sebagai berikut:

1)       Istimewa/maksimal              : apabila seluruh bahan pelajaran yang diajarkan itu dapat dikuasai oleh siswa

2)      Baik sekali/optimal              : Apabila sebagian besar (76% s.d. 99%) bahan pelajaran yang diajarkan dapat dikuasai oleh siswa.

3)      Baik/minimal                       : Apabila bahan pelajaran yang diajarkan hanya 60% s.d. 75% saja dikuasai oleh siswa.

4)      Kurang                               : Apabila bahan pelajaran yang diajarkan dari 60% dikuasai oleh siswa.

Faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan mencakup: tujuan, guru, anak didik, kegiatan pengajaran, bahan & alat evaluasi, suasana evaluasi.

Penggunaan Media Sumber Belajar dalam Proses Belajar Mengajar

Media adalah alat bantu apa saja yang dapat dijadikan sebagai penyalur pesan guna mencapai tujuan pengajaran. Macam-macam media:

1.      Dilihat dari jenisnya, media dibagi ke dalam: media auditif, visual, audiovisual.

2.      Dilihat dari daya liputnya: media dengan daya liput luas dan serentak, media dengan daya liput yang terbatas oleh ruang dan tempat, media untuk pengajaran individual.

3.      Dilihat dari bahan pembuatannya: media sederhana, media kompleks.

Beberapa Teknik Mendapatkan Umpan Balik

1)      Memancing apersepsi anak didik

2)      Memanfaatkan taktik alat bantu yang akseptabel

3)      Memilih bentuk motivasi yang akurat

Pengembangan Variasi Mengajar

Pengembangan di sini mencakup pada komponen-komponen variasi mengajar yang dikelompokkan menjadi variasi gaya mengajar, variasi media dan bahan ajaran serta variasi interaksi.

Pengelolaan Kelas

Pengelolaan kelas dimaksudkan untuk menciptakan kondisi dalam kelompok kelas yang berupa lingkungan kelas yang baik, yang memungkinkan siswa berbuat sesuai dengan kemampuannya.

Pendekatan yang digunakan dalam pengelolaan kelas meliputi:

1)      Pendekatan kekuasaan

2)      Pendekatan ancaman

3)      Pendekatan kebebasan

4)      Pendekatan resep

5)      Pendekatan pengajaran

6)      Pendekatan perubahan tingkah laku

7)      Pendekatan suasana emosi dan hubungan sosial

8)      Pendekatan elektis atau pluralistik

Adapun prinsip-prinsip pengelolaan kelas meliputi: hangat dan antusias, tantangan, bervariasi, keluwesan, penekanan pada hal-hal positif.***

Link Terkait Pendidikan

Pengantar Pendidikan, Strategi Belajar Mengajar,

Perencanaan Pembelajaran, Pengelolaan Pendidikan,

Kapitaselekta Pendidikan,

Evaluasi Pendidikan,

Perkembangan Peserta Didik, Profesi Kependidikan

BLOG UTAMA

 

Download (doc)

About these ads

2 responses to “Strategi Belajar Mengajar

  1. izin copas ya,terima kasih

  2. Very good written information. It will be helpful to anybody who utilizes it, as well as me. Keep doing what you are doing – for sure i will check out more posts.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s