Pengantar Pendidikan

PENGANTAR PENDIDIKAN

(Rangkuman dari buku Pengantar Pendidikan karya Prof. Dr. Umar Tirtarahardja dan Drs. S. L. La Sulo)

Tugas Mandiri

Disusun untuk memenuhi salah satu tugas

Mata Kuliah: Pengantar Pendidikan

Oleh:

Komarudin Tasdik

AKTA IV / GELOMBANG I

BIDANG KEPENDIDIKAN DAN PROFESI KEGURUAN

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN (FKIP)

UNIVERSITAS BALE BANDUNG (UNIBBA)

2010

Pokok Bahasan Mata Kuliah Pengantar Pendidikan:

1.      Manusia dan Pendidikan

2.      Pengertian dan Unsur-Unsur Pendidikan

3.      Landasan dan Asas-Asas Pendidikan serta Penerapannya

4.      Perkiraan dan Antisipasi terhadap Masa Depan

5.      Pengertian, Fungsi dan Jenis Lingkungan Pendidikan

6.      Aliran-Aliran Pendidikan

7.      Permasalahan Pendidikan

8.      Sistem Pendidikan Nasional

9.      Pendidikan dan Pembangunan


Rangkuman:

Manusia dan Pendidikan

Sasaran pendidikan adalah manusia. Pendidikan bermaksud membantu peserta didik untuk menumbuhkembangkan potensi-potensi kemanusiaannya. Wujud sifat hakikat manusia mencakup: kemampuan menyadari diri, kemampuan bereksistensi, pemilikan kata hati, moral, kemampuan bertanggung jawab, rasa kebebasan (kemerdekaan), kesediaan melaksanakan kewajiban dan menyadari hak, kemampuan menghayati kebahagiaan. Sedangkan dimensi-dimensinya meliputi: dimensi keindividualan, kesosialan, kesusilaan, dan keberagamaan.

Sifat hakikat manusia dan segenap dimensinya hanya dimiliki manusia dan tidak terdapat pada hewan. Ciri-ciri yang khas tersebut membedakan secara prinsipil dunia hewan dari dunia manusia.

Adanya sifat hakikat tersebut memberikan tempat kedudukan pada manusia sedemikian rupa sehingga derajatnya lebih tinggi daripada hewan dan sekaligus menguasai hewan, terutama kemampuan menghayati kebahagiaan pada manusia.

Korelasi antara manusia dan pendidikan dapat terlihat pada pernyataan: semua sifat hakikat manusia dapat dan harus ditumbuhkembangkan melalui pendidikan dan berkat pendidikan, maka sifat hakikat dapat ditumbuhkembangkan secara selaras dan berimbang sehingga menjadi manusia yang utuh.

Pengertian dan Unsur-Unsur Pendidikan

Pengertian pendidikan dapat dilihat dari beberapa segi, yaitu:

a.       Pendidikan sebagai proses transformasi budaya; pendidikan diartikan sebagai kegiatan pewarisan budaya dari satu generasi ke generasi lain.

b.      Pendidikan sebagai proses pembentukan pribadi; pendidikan diartikan sebagai suatu kegiatan yang sistematis dan sistemik terarah kepada terbentuknya kepribadian peserta didik.

c.       Pendidikan sebagai proses penyiapan warga negara; pendidikan diartikan sebagai suatu kegiatan yang terencana untuk membekali peserta didik agar menjadi warga negara yang baik.

d.      Pendidikan sebagai penyiapan tenaga kerja; pendidikan diartikan sebagai kegiatan membimbing peserta didik sehingga memiliki bekal dasar untuk bekerja.

Adapun tujuan pendidikan adalah memuat gambaran tentang nilai-nilai yang baik, luhur, pantas, benar, dan indah untuk kehidupan. Karena itu tujuan pendidikan memiliki dua fungsi yaitu memberikan arah kepada segenap kegiatan pendidikan dan merupakan sesuatu yang ingin dicapai oleh segenap kegiatan pendidikan.

Landasan dan Asas-Asas Pendidikan serta Penerapannya

Landasan pendidikan mencakup:

1.      Landasan filosofis, yaitu landasan yang berdasarkan atau bersifat filsafat (falsafat, falsafah).

2.      Landasan sosiologis, yaitu memandang kegiatan pendidikan sebagai proses interaksi antara dua individu.

3.      Landasan kultural, yaitu memandang pendidikan selalu terkait dengan manusia, sedang setiap manusia selalu menjadi anggota masyarakat dan pendukung kebudayaan tertentu.

4.      Landasan Psikologis, yaitu memandang pendidikan selalu melibatkan aspek kejiwaan manusia.

5.      Landasan ilmiah dan teknologis, yaitu memandang iptek menjadi bagian utama dalam isi pengajaran; dengan kata lain, pendidikan berperan sangat penting dalam pewarisan dan pengembangan iptek.

Asas-asas pokok pendidikan meliputi:

1.      Asas Tut Wuri Handayani. Asas ini dilengkapi  dengan dua semboyan, yaitu:

  • Ing ngarsa sung tulada (jika di depan, menjadi contoh),
  • Ing madya mangun karsa (jika di tengah-tengah, membangkitkan kehendak, hasrat atau motivasi),
  • Sedangkan Tut Wuri Handayani sendiri berarti jika di belakang, mengikuti dengan awas.

2.      Asas belajar sepanjang hayat, meliputi:

  • Dimensi vertikal, yakni kurikulum sekolah meliputi keterkaitan dan kesinambungan antar tingkatan persekolahan, dan keterkaitan dengan kehidupan peserta didik di masa depan.
  • Dimensi horizontal, yakni kurikulum sekolah meliputi keterkaitan antara pengalaman belajar di sekolah dengan pengalaman di luar sekolah.

3.      Asas kemandirian dalam belajar.

Perkiraan dan Antisipasi terhadap Masa Depan

Perkiraan masyarakat masa depan dapat terlihat pada karakteristik berikut:

1.      Kecenderungan globalisasi yang semakin kuat

2.      Perkembangan iptek yang makin cepat

3.      Perkembangan arus informasi yang semakin padat dan cepat

4.      Kebutuhan/tuntutan peningkatan layanan profesional dalam berbagai kehidupan manusia.

Upaya pendidikan dalam mengantisipasi masa depan:

a.       Perubahan nilai dan sikap

b.      Pengembangan kebudayaan

c.       Pengembangan sarana pendidikan

Pengertian, Fungsi dan Jenis Lingkungan Pendidikan

Latar tempat berlangsungnya pendidikan itu disebut lingkungan pendidikan, khususnya pada tiga lingkungan utama pendidikan yakni keluarga, sekolah, dan masyarakat (Umar Tirtaraharja et. al., 1990: 39-40). Istilah lain dari lingkungan pendidikan ini adalah: keluarga disebut informal, sekolah disebut formal dan masyarakat disebut nonformal.

Pengertian lingkungan pendidikan di atas berkesesuaian dengan pengertian pendidikan sendiri yang berarti suatu proses yang kompleks dan melibatkan berbagai pihak, khususnya keluarga, sekolah, dan masyarakat sebagai lingkungan pendidikan yang dikenal sebagai tripusat pendidikan.

Secara umum fungsi lingkungan pendidikan adalah membantu peserta didik dalam berinteraksi dengan berbagai lingkungan sekitarnya (fisik, sosial, budaya), utamanya berbagai sumber daya pendidikan yang tersedia, agar dapat dicapai tujuan pendidikan yang optimal.

Aliran-Aliran Pendidikan

Beberapa aliran pendidikan dan penjelasannya adalah sebagai berikut:

1.      Aliran klasik dan gerakan baru dalam pendidikan, meliputi:

a.     Aliran empirisme: menyatakan bahwa perkembangan anak tergantung kepada lingkungan, sedangkan pembawaan tidak dipentingkan.

b.    Aliran Nativisme: menekankan kemampuan dalam diri anak, sehingga faktor lingkungan, termasuk faktor pendidikan, kurang berpengaruh terhadap perkembangan anak.

c.     Aliran Naturalism: pendidikan tidak diperlukan, yang dilaksanakan adalah menyerahkan anak didik ke alam, agar pembawaan yang baik itu tidak menjadi rusak oleh tangan manusia melalui proses dan kegiatan pendidikan itu.

d.    Aliran Konvergensi: proses perkembangan anak, baik faktor pembawaan maupun faktor lingkungan sama-sama mempunyai peranan yang sangat penting.

e.     Gerakan baru, meliputi: pengajaran alam sekitar, pengajaran pusat perhatian, sekolah kerja, pengajaran proyek, dan sebagainya.

2.      Dua aliran pokok pendidikan di Indonesia, yakni:

a.     Perguruan kebangsaan taman siswa

Tujuh asas dari taman siswa, yaitu:

1)      Setiap orang mempunyai hak mengatur dirinya sendiri dengan mengingat terbitnya persatuan dalam perikehidupan umum.

2)      Pengajaran harus memberi pengetahuan yang berfaedah yang dalam arti lahir dan batin dapat memerdekan diri.

3)      Pengajaran harus berdasar pada kebudayaan dan kebangsaan sendiri.

4)      Pengajaran harus tersebar luas sampai dapat menjangkau kepada seluruh rakyat.

5)      Untuk mengejar kemerdekaan hidup yang sepenuhnya lahir maupun batin hendaknya diusahakan dengan kekuatan sendiri, dan menolak bantuan apa pun dan dari siapa pun yang mengikat, baik berupa ikatan lahir maupun ikatan batin.

6)      Sebagai konsekuensi hidup dengan kekuatan sendiri maka mutlak harus membelanjai sendiri segala usaha yang dilakukan.

7)      Dalam mendidik anak-anak perlu adanya keikhlasan lahir dan batin untuk mengorbankan segala kepentingan pribadi demi keselamatan dan kebahagiaan anak-anak.

b.    Ruang pendidik INS (Indonesia Nederlandsche School) Kayu Tanam

Enam dari dari 29 asas pendidikan INS, yaitu: ke-Tuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan, kesusilaan, kerakyatan, kebangsaan, gabungan antara pendidikan ilmu umum dan kejuruan.

Permasalahan Pendidikan

Jenis permasalahan pokok pendidikan meliputi: masalah pemerataan pendidikan, masalah mutu pendidikan, masalah efisiensi pendidikan, masalah relevansi pendidikan.

Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi berkembangnya masalah pendidikan, yaitu: perkembangan iptek dan seni, laju pertumbuhan penduduk, aspirasi masyarakat, dan keterbelakangan budaya dan sarana kehidupan.

Dua masalah yang dihadapi dunia pendidikan sangat luas dan kompleks, yakni: Pertama, karena sifat sasarannya yaitu manusia merupakan makhluk misteri yang mengundang banyak teka-teki. Kedua, karena pendidikan harus mengantisipasi hari depan yang juga mengundang banyak pertanyaan. Oleh karena itu, agar masalah-masalah pendidikan dapat dipecahkan, maka diperlukan rumusan tentang masalah-masalah pendidikan yang bersifat pokok yang dapat dijadikan acuan bagi pemecahan masalah-masalah praktis yang timbul dalam praktek pendidikan di lapangan.

Sistem Pendidikan Nasional

Sistem Pendidikan Nasional (SISDIKNAS) merupakan satu keseluruhan yang terpadu dari semua satuan dan kegiatan pendidikan yang saling berkaitan untuk mengusahakan tercapainya tujuan pendidikan nasional. SISDIKNAS Indonesia ini disusun berlandaskan kepada kebudayaan bangsa Indonesia dan berdasar pada Pancasila dan UUD 1945 sebagai kristalisasi nilai-nilai hidup bangsa Indonesia.

Adapun Tujuan Pendidikan Nasional dinyatakan di dalam UU RI No. 2 Tahun 1989 Pasal 3, yaitu:

(a)    Terwujudnya bangsa yang cerdas

(b)    Manusia yang utuh, beriman, dan bertakwa terhadap Tuhan yang Maha Esa

(c)    Berbudi pekerti luhur

(d)   Terampil dan berpengetahuan

(e)    Sehat jasmani dan rohani

(f)     Berkepribadian yang mantap dan mandiri

(g)    Bertanggung jawab pada kemasyarakatan dan kebangsaan.

Kelembagaan Pendidikan

a.       Jalur Pendidikan: Jalur Pendidikan Sekolah & Jalur Pendidikan Luar Sekolah (PLS)

b.      Jenjang Pendidikan: Pendidikan Dasar, Pendidikan Menengah, Pendidikan Tinggi (bisa berupa: akademik, politeknik, sekolah tinggi, institut, dan universitas)

Program dan Pengelolaan Pendidikan

a.       Jenis Program Pendidikan: pendidikan umum, kejuruan, luar biasa, kedinasan, pendidikan keagamaan.

b.      Kurikulum Program Pendidikan: kurikulum nasional & kurikulum muatan lokal.

Pendidikan dan Pembangunan

Pendidikan menduduki posisi sentral dalam pembangunan karena sasarannya adalah peningkatan kualitas SDM. Oleh karena itu, pendidikan juga merupakan alur tengah pembangunan dari seluruh sektor pembangunan. Dikatakan juga bahwa pendidikan mengarah ke dalam diri manusia, sedangkan pembangunan mengarah ke luar yaitu ke lingkungan sekitar manusia.

Sumbangan pendidikan terhadap pembangunan dapat dilihat pada beberapa segi:

(a)    Segi sasaran

(b)   Segi lingkungan

(c)    Segi jenjang pendidikan

(d)   Segi pembidangan kerja atau sektor kehidupan

Dan secara makro, sebagai wujud pembangunan, sistem pendidikan meliputi banyak aspek yang satu sama lain bertalian erat, yaitu:

  • Aspek filosofis dan keilmuan
  • Aspek yuridis atau perundang-undangan
  • Struktur
  • Kurikulum yang meliputi materi, metodologi, pendekatan, orientasi.

Pendidikan mempunyai misi pembangunan. Mula-mula membangun manusianya, selanjutnya manusia yang sudah terbentuk oleh pendidikan menjadi sumber daya pembangunan. Pembangunan yang dimaksud baik yang bersasaran lingkungan fisik maupun yang bersasaran lingkungan sosial yaitu diri manusia itu sendiri.

Jika manusia memiliki jiwa pembangunan sebagai hasil pendidikan, maka diharapkan lingkungannya akan terbangun dengan baik. Secara khusus, sumbangan pendidikan terhadap pembangunan adalah pembangunan atas penyempurnaan sistem pendidikan itu sendiri.***

Link Terkait Pendidikan

Pengantar Pendidikan, Strategi Belajar Mengajar,

Perencanaan Pembelajaran, Pengelolaan Pendidikan,

Kapitaselekta Pendidikan,

Evaluasi Pendidikan,

Perkembangan Peserta Didik, Profesi Kependidikan

BLOG UTAMA

Download (doc)

About these ads

10 responses to “Pengantar Pendidikan

  1. izin copas ya pa

  2. I would like to take the chance of saying thanks to you for that professional direction I have always enjoyed browsing your site. We’re looking forward to the actual commencement of my university research and the general groundwork would never have been complete without browsing your web blog. If I might be of any assistance to others, I might be thankful to help by means of what I have learned from here.

  3. sangat baik dan berguna

  4. Hello there! Great post! Please inform us when I will see a follow up! 453107

  5. I am not sure where you are getting your info, but good topic. I needs to spend some time learning much more or understanding more. Thanks for magnificent info I was looking for this info for my mission.

  6. Materi pengantar pendidikan bisa juga dibaca di http://money11-info.blogspot.com/search/label/Pengantar%20Pendidikan

    Update-nya lumayan banyak….

  7. I every time emailed this webpage post page to all my contacts, since
    if like to read it after that my links will too.

  8. Can anybody get it from a bookstore?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s